- Siswa non-muslim di sebuah SMA Negeri Yogyakarta diduga mengalami diskriminasi fasilitas belajar agama sejak Senin (27/7/2026).
- Plt Kepala Disdikpora DIY Muh Setiadi menyatakan sedang menelusuri laporan anonim tersebut melalui koordinasi dengan kepala sekolah.
- Ketua Dewan Pendidikan DIY Sutrisno Wibowo menegaskan sekolah wajib menyediakan ruang belajar layak bagi seluruh siswa.
Apalagi prinsip kesetaraan pendidikan bukan berarti semua siswa harus mendapatkan perlakuan yang identik. Sekolah justru harus mampu melihat kebutuhan berbeda dari setiap siswa dan memberikan layanan sesuai kondisi mereka.
"Semua siswa harus mendapatkan layanan yang sama. Pendekatan kita selain melalui kelas juga harus diferensial, artinya kita membedakan kebutuhan satu dengan yang lain. Kita harus menghargai perbedaan tersebut," ungkapnya.
Sutrisno menambahkan, adanya tantangan dalam penyediaan tenaga pengajar agama tertentu, terutama bagi siswa Hindu dan Buddha yang jumlahnya terkadang hanya satu atau dua orang di sebuah sekolah. Namun persoalan tersebut tetap dapat dicarikan solusi melalui pengaturan layanan pembelajaran yang sesuai.
Karenanya dia berencana membawa persoalan tersebut kepada Kadisdikpora DIY agar menjadi perhatian bersama. Dewan Pendidikan DIY juga akan mendiskusikan lebih lanjut berapa banyak sekolah yang menghadapi persoalan serupa.
"Kami akan tanyakan masalah ini ke disdikpora untuk tindak lanjutnya," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Dorong Ekonomi, Volume Transaksi Merchant BRI Raih Rp67,9 Triliun
-
Siswa Non Muslim di Jogja Diperlakukan Diskriminatif Saat Pelajaran Agama, Tak Punya Ruangan Tetap
-
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Ekonom Sebut Tekanan Rupiah Bakal Membesar
-
Sidang Praperadilan Memanas, Hakim Pertanyakan Dasar Kejari Tetapkan Raudi Akmal Tersangka
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara