Ruth Meliana
Senin, 03 Agustus 2026 | 15:20 WIB
Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) di Pasar Ngijon pada Minggu 2 Agustus 2026. (Suara.com/Atta)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan GEMPAR di Pasar Ngijon pada 2 Agustus 2026.
  • Sekda Kabupaten Sleman Abu Bakar menekankan pentingnya literasi keuangan pedagang untuk menghindari pinjaman ilegal.
  • Sekretaris Disperindag Aris Herbandang menyatakan pembenahan fisik, pengawasan kualitas komoditas, dan kegiatan budaya dilakukan untuk menarik pembeli.

"Dengan teman-teman metrologi, UPT metrologi di Sleman selalu terjun ke pasar untuk melakukan checking, pemeriksaan terhadap kesesuaian timbangan. Kita tera kembali sehingga lebih menjamin apa yang menjadi haknya pembeli terpenuhi dengan baik. Itu yang kita lakukan," tutur Aris.

Aris juga menekankan pentingnya GEMPAR untuk meramaikan pasar rakyat di Kabupaten Sleman. Dengan perpaduan ruang belanja dan sosial budaya seperti jathilan, pasar rakyat dapat menjadi destinasi wisata sekaligus tempat healing bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Pertunjukan Kesenian Jathilan saat GEMPAR di Pasar Ngijon pada Minggu, 2 Agustus 2026. (Suara.com/Atta)

"Untuk kegiatan GEMPAR tentunya kami punya target ya untuk meramaikan kembali pasar rakyat di wilayah Kabupaten Sleman. Dan harapan kami ini menjadi sebuah bentuk campaign bagi masyarakat untuk kembali meramaikan pasar lagi," jelas Aris.

"Jadi, tidak hanya berbelanja tapi juga tempat ruang sosial budaya termasuk juga untuk healing masyarakat terutama yang generasi milenial," pungkasnya.

GEMPAR di Pasar Ngijon menjadi bukti nyata bahwa pemerintah Kabupaten Sleman tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia pedagang. Melalui literasi keuangan, pengawasan kualitas barang, pertunjukan budaya, dan penciptaan suasana pasar yang nyaman, diharapkan pasar rakyat dapat terus hidup.

Load More