- Disperindag Sleman meluncurkan GEMPAR di Pasar Kebonagung bertema "Pasar Tradisional Bergeliat, UMKM Kuat".
- Kegiatan melibatkan pemerintah, DPRD, pedagang, UMKM, dan masyarakat, dimeriahkan pentas seni serta talkshow.
- GEMPAR menjadi komitmen memperkuat pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dan ekosistem perdagangan lokal.
SuaraJogja.id - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman resmi menggelar rangkaian Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) di Pasar Kebonagung, Kalurahan Sendangagung, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (25/7/2026).
Mengusung tema "Pasar Tradisional Bergeliat, UMKM Kuat", kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memeriahkan pasar rakyat sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sleman.
Dipandu MC kondang Gospeng dan Anies Cethul, pembukaan GEMPAR dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Dwi Wulandari, Lurah Sendangarum Wiwik Retno Yulianti, Lurah Sendangagung Raden Heru Prasetya Wibawa, serta Panewu Minggir Dewanto Tri Nugroho. Turut hadir pula Untung Basuki Rahmat selaku Sekretaris Komisi C dan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sleman, paguyuban pedagang, pelaku UMKM, hingga masyarakat sekitar.
Berbagai kegiatan turut memeriahkan pelaksanaan GEMPAR di Pasar Kebonagung. Selain mengajak masyarakat berbelanja di pasar rakyat, acara juga menghadirkan seni gamelan, pertunjukan tari tradisional, serta talkshow inklusif yang membahas pengembangan pasar tradisional dan pemberdayaan UMKM.
Sepanjang kegiatan, para pemain gamelan dari Sanggar Kuntul Baris tak henti menghibur para penonton. Penampilan mereka dipermanis dengan suara merdu sang penyanyi sinden. Lagu yang dimainkan pun beragam. Mulai dari lagu tradisional hingga lagu modern, semua dilahap dengan aransemen yang sangat meriah dan indah.
Selain dimeriahkan nyanyian dan denting gamelan, acara juga disemarakkan dengan penampilan Tarian Cipat Cipit. Tarian tersebut memiliki filosofi pertemanan, kekompakan dan suasana gembira. Hal ini menggambarkan kekompakan antara pemerintah, pedagang dan pembeli serta kegembiraan yang menaungi pasar tersebut.
Nah, suasana semakin memanas ketika. Para menari mengalungkan selendang ke para penonton. Mereka mengajak para penonton menari. Aksi tersebut tak pelak membuat para penonton bergemuruh. Bahkan, ada pula warga negara asing yang turut mengabadikan momen tersebut.
Kegiatan ini memang dikemas dengan sangat cair. Dalam kegiatan itu, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat bisa berinteraksi untuk memperkuat ekosistem perdagangan lokal. Ya, sepanjang acara, pihak dari pemerintah baik itu DPRD, Disperindag Kabupaten Sleman hingga perangkat daerah bercengkerama dengan warga setempat, baik itu pelaku pasar maupun konsumen yang hendak berbelanjan di sana.
Selain itu, masyarakat diajak berkeliling Pasar Kebonagung untuk melihat kuliner yang khas di sana. Masyarakat pun berlomba 'nglarisi' para pedagang. Mereka penasaran dengan beberapa jajanan yang direkomendasikan. Beberapa di antaranya bacem tempe koro, grontol jagung, tiwul, jenang, dan lainnya.
Baca Juga: Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang
Acara dilanjutkan dengan talkshow bertajuk "Pasar Tradisional Bergeliat, UMKM Kuat" yang dipandu Gospeng dan Anies Cethul dengan narasumber anggota DPRD Kabupaten Sleman Untung Basuki Rahmat dan Kadisperindag Kabupaten Sleman Dwi Wulandari. Uniknya, talkshow tersebut digelar di tengah pasar, tepatnya di antara para pedagang.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Dwi Wulandari menyampaikan bahwa penyelenggaraan GEMPAR merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat keberadaan pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.
"Kegiatan ini tidak akan terlaksana tanpa ada campur tangan atau dukungan dari anggota dewan DPRD Kabupaten Sleman, khususnya Pak Untung, yang selama ini memberikan dukungan luar biasa kepada kami, Disperindag Kabupaten Sleman, agar ekonomi kerakyatan bisa tumbuh dan berkembang di tengah ekonomi global yang saat ini tidak menentu," tutur Dwi Wulandari dalam sambutannya, pada Sabtu (25/7/2026).
Dwi Wulandari juga menyampaikan bahwa GEMPAR diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan aktivitas ekonomi di pasar rakyat, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.
Pasar Kebonagung dipilih sebagai lokasi pembuka rangkaian GEMPAR karena memiliki potensi sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah barat Kabupaten Sleman.
"Kami melihat Pasar Kebonagung adalah sebuah pasar yang luar biasa. Karena ada banyak transaksi dari petani atau UMKM kemudian bergeliat ketika pasar itu bergeliat. Kami sudah masuk ke dalam, ternyata banyak sekali kuliner yang tidak ditemui di daerah lain," kata Dwi Wulandari lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro