- Ribuan peternak ayam petelur DIY membagikan 1.600 ekor ayam gratis di Malioboro pada Senin, 10 Agustus 2026.
- Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes akibat harga jual telur anjlok dan tingginya biaya produksi pakan.
- Peternak menuntut pemerintah menurunkan harga pakan, mengendalikan populasi ayam, serta menstabilkan harga jual telur secara adil.
Untuk itu mereka menuntut penurunan harga pakan, harga telur yang adil dan berkelanjutan, tata niaga bahan baku yang lebih baik, serta jaminan ketersediaan jagung dengan harga wajar sesuai HAP pemerintah.
Peternak juga menyebut tingginya populasi ayam akibat impor grand parent (GP) juga perlu jadi perhatian pemerintah. Menurutnya, pengendalian populasi diperlukan agar pasokan dan harga telur tidak semakin tertekan.
"Untuk menstabilkan harga telur, populasi perlu dikendalikan,” ujarnya.
Mereka juga meminta pemerintah memperkuat kelembagaan sektor peternakan dan memberikan perhatian lebih besar terhadap peternak rakyat.
"Kami minta pemerintah dan wakil rakyat melihat ada persoalan serius di sektor peternakan rakyat," tandasnya.
Salah seorang warga asal Surabaya, Sairoh, mengaku senang mendapatkan empat ekor ayam dari aksi tersebut. Kegiatan warga bantu warga itu jadi salah satu momen istimewa menjelang HUT RI ke-81. Ayam itu rencananya dibawa pulang ke Surabaya.
"Lumayan bisa dikandangkan untuk telur atau dipotong buat makan nanti pas malam tujuhbelasan," ujarnya.
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Ari Setyawan Wibowo mengatakan kepolisian mengerahkan 167 personel untuk mengamankan aksi para peternak dari seluruh DIY tersebut.
Personel ditempatkan mulai dari jalur masuk menuju Kota Yogyakarta, termasuk kawasan perbatasan Bantul-Sleman hingga kawasan Gumaton (Gubeng-Malioboro-Kraton).
Baca Juga: Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
Menurut Ari, pengamanan dilakukan agar penyampaian aspirasi berjalan aman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
"Alhamdulillah, kondusif. Memang dari rekan-rekan peternak ayam yang menyampaikan aspirasi, mereka ingin menyampaikan aspirasi dengan cara yang kondusif," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku