- AJI Yogyakarta menggelar Festival Udin 2026 untuk memperingati 30 tahun kasus Udin.
- Festival Udin 2026 menjadi ruang terbuka menyuarakan kebebasan pers dan lingkungan.
- Berbagai agenda seni dan diskusi dihadirkan dalam Festival Udin 2026.
SuaraJogja.id - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta menggelar Festival Udin 2026 di Concert Hall Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Sewon, Bantul, pada 13 - 15 Agustus 2026.
Festival tersebut menjadi bagian dari peringatan 30 tahun kasus pembunuhan wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin atau yang akrab disapa “Udin”.
Mengusung tema “30 Tahun Kasus Udin: Menolak Bungkam, Melawan Perusakan Lingkungan”, Festival Udin di samping mengangkat kembali kasus pembunuhan Udin, juga menghubungkannya dengan persoalan kebebasan pers, demokrasi, serta ancaman terhadap lingkungan dan ruang hidup masyarakat.
Dalam podcast Radio UNISIA bertajuk “Menjelang Festival Udin 2026” yang disiarkan 11 Agustus 2026, Ketua AJI Yogyakarta Rimba Laut mengatakan festival tersebut lahir dari dorongan masyarakat sipil, pegiat HAM, dan mahasiswa untuk kembali menegaskan bahwa kasus Udin belum selesai.
“Kasus pembunuhan Udin belum kedaluwarsa karena aktor utama dan dalang intelektualnya belum pernah diadili secara hukum,” ujar Rimba dalam podcast tersebut.
Ketua Panitia Festival Udin 2026 Vivi Maulida mengatakan festival sengaja dirancang dalam format yang lebih terbuka agar ingatan mengenai Udin tidak hanya beredar di kalangan jurnalis dan aktivis.
“Festival Udin kami rancang sebagai ruang terbuka untuk merayakan keberanian dan membangun perlawanan kolektif melalui seni,” kata Vivi dalam podcast Radio UNISIA.
Dalam sambutannya pada pembukaan festival tersebut, Vivi menyampaikan bahwa kasus pembunuhan Udin telah melewati masa jabatan tujuh presiden, 13 Kapolri, dua gubernur DIY, 24 Kapolda DIY, dan delapan bupati Bantul.
Namun, hingga kini dalang di balik kasus tersebut belum juga terungkap.
Udin merupakan wartawan Harian Bernas yang meninggal pada 16 Agustus 1996 setelah mengalami penganiayaan beberapa hari sebelumnya. Kasus tersebut hingga kini belum terselesaikan secara hukum.
Dalam sambutan yang sama, Ketua Panitia Festival Udin 2026 juga menilai persoalan kebebasan pers masih relevan dengan kondisi saat ini.
Menurutnya, berbagai bentuk ancaman dan intimidasi terhadap orang-orang yang bersikap kritis menunjukkan bahwa persoalan yang dialami Udin belum sepenuhnya menjadi masa lalu.
Pemilihan Concert Hall ISI Yogyakarta di Sewon, Bantul, juga memiliki kaitan historis dengan kasus Udin.
Berdasarkan keterangan ketua panitia dalam sambutannya, Bantul merupakan salah satu wilayah utama liputan Udin, tempat tinggalnya, sekaligus lokasi terjadinya penganiayaan fatal terhadap dirinya pada 13 Agustus 1996.
Selama tiga hari penyelenggaraannya, Festival Udin telah menghadirkan berbagai agenda, mulai dari pameran seni rupa, pameran arsip dan linimasa kasus Udin, pemutaran film dokumenter, diskusi publik, hingga pertunjukan seni.
Berita Terkait
-
Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih
-
Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang
-
Satu Kru Ditemukan di Enggano, Basarnas Pastikan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Tak Berhenti
-
Jasad ABK Surakman Ditemukan, Keluarga Tak Kuasa Menahan Tangis di Rumah Duka
-
Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Pengamat: Bisa Jadi Akal-akalan Amankan Jalan Politik 2029
-
Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?
-
Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik
-
Mutasi 88 Perwira Belum Cukup! JPW Minta Kapolri Baru Sikat Habis Masalah Sampai ke Polsek
-
Pilur Serentak Bantul Digelar Besok, 15 TPS Dipetakan Rawan hingga Sangat Rawan