-
Disperindag Sleman menggelar program GEMPAR di Pasar Ngino Sleman.
-
Pedagang Pasar Ngino didorong melek digitalisasi dan pembayaran QRIS.
-
Bappeda Sleman mewacanakan konsep pasar sore kuliner di Pasar Ngino.
SuaraJogja.id - Pasar rakyat bukan sekadar tempat bertukarnya uang dan barang, melainkan ruang interaksi sosial yang menjadi denyut nadi perekonomian daerah.
Menghadapi tantangan perubahan pola konsumsi masyarakat modern, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman menggelar program GEMPAR (Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat) di beberapa pasar, salah satunya Pasar Ngino pada Selasa 18 Agustus 2026.
Mengusung tema “Pasar Berbenah, Ekonomi Bergairah”, gerakan ini mendorong revitalisasi menyeluruh tidak hanya memoles fisik sarana dan prasarana, tetapi juga memperkuat ekosistem digital serta menjaga nilai-nilai kehangatan interaksi khas pasar tradisional.
Dorong Pedagang Melek Digital dan Live Streaming
Sekretaris Disperindag Kabupaten Sleman, Aris Herbandang, menegaskan bahwa revitalisasi pasar rakyat kini harus berjalan seiring dengan adaptasi teknologi.
Selain menyuguhkan atraksi budaya untuk memantik keramaian, pihaknya mulai merambah strategi pemasaran digital.
"Soal rencana revitalisasi, tentu kita punya prioritas untuk mana dulu yang akan kita tata dan revitalisasi itu kan banyak aspek bisa fisik, bisa non-fisiknya. Seperti hari ini, kita sudah jadwalkan beberapa tempat untuk ada kegiatan budaya agar kegiatan di pasar jadi ramai," ujar Aris.
Aris menambahkan, Disperindag Sleman telah menggandeng para penggiat media sosial untuk mempublikasikan potensi gastronomi lokal di pasar-pasar rakyat.
Langkah ini bakal terus dimatangkan hingga memberikan pelatihan langsung kepada para pedagang.
Baca Juga: JPU Ungkap Fakta Dugaan Anak Ditenggelamkan dalam Kasus Little Aresha
"Ke depan kita sudah punya perencanaan kegiatan di 2027, kita akan mengajak teman-teman pedagang pasar untuk masuk ke ranah digital marketing-nya. Walaupun dia tetap berjualan fisik di pasar, tetapi kita akan sediakan media untuk dia bisa live streaming, jualan online live gitu untuk menjajakan dagangannya," ungkapnya.
Kendati digitalisasi digenjot, Aris menekankan bahwa keunikan pasar rakyat yang berbasis interaksi manusia tidak boleh hilang.
"Ada budaya dan hanya ada di pasar, orang bisa membeli dan menawar. Itu kan buah interaksi sosial sebetulnya. Nah, ini yang perlu kita bangkitkan kembali," imbuhnya.
Wacana Pasar Sore Kuliner hingga Pembayar QRIS
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman, Nur Fitri Handayani, menyoroti pentingnya kenyamanan infrastruktur dasar serta penyesuaian gaya hidup masyarakat modern dalam bertransaksi.
"Revitalisasi tadi kan lebih pada bangunan fisik ya. Misalnya bagaimana kita menyiapkan parkir yang aksesnya mudah. Lalu yang paling penting juga untuk peningkatan kapasitas di sisi pedagang dan petugas pasar. Kita kan harus selalu menyesuaikan kondisi kebiasaan sekarang sudah terbiasa memakai online payment, misalnya melalui QRIS. Cash tetap, tapi ada pilihan lain," jelas Nur Fitri.
Berita Terkait
-
56 Ribu Anak Sleman Diskrining Kesehatan: Hipertensi, Prediabetes hingga Depresi Berat Ditemukan
-
GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!
-
Ulah Pemuda Perusak Bendera Merah Putih di Bantul Berbuntut Panjang, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
3 Rekomendasi Sedan Bekas Modal Rp30 Jutaan, Tahun 2000-an: Nyaman, Irit, dan Anti Rewel!
-
3 Rekomendasi MPV Bekas Rp50 Jutaan, Siap Angkut Keluarga Besar dengan Nyaman Saat Mudik Lebaran!
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Stem Cell Jadi Ladang Bisnis Kecantikan, Dokter Ingatkan Produk Ilegal dan Klaim Berlebihan
-
BRI dan KPK Perkuat Gerakan Antikorupsi melalui PELOPOR 2026
-
Papermoon Gelar Pesta Boneka #10 di Jogja, Hadirkan 193 Seniman dari 24 Negara
-
Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Pengamat: Bisa Jadi Akal-akalan Amankan Jalan Politik 2029
-
Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?