Kadipaten Pakualaman yang mencoba terus melestarikan tradisi dalam rangkaian Hadeging Pakualaman Ngayogyakarta ke 211 Tahun Jawa di Yogyakarta, Jumat (21/8/2026).[Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
Baca 10 detik
- Gusti Pangeran Haryo Indrokusumo mengingatkan masyarakat Indonesia agar serius menjaga kelestarian gamelan di Yogyakarta pada Jumat (21/8/2026).
- Amerika Serikat memiliki sekitar 700 set gamelan, sehingga memicu kekhawatiran pengetahuan tradisional tersebut berkembang pesat di luar negeri.
- Masyarakat Indonesia diminta menghargai nilai, pengetahuan, serta teknik pembuatan gamelan tradisional demi mencegah hilangnya warisan leluhur.
Baginya, kejadian tersebut menjadi contoh sederhana bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan bentuk kesenian.
"Masyarakat juga harus memiliki penghargaan terhadap nilai, pengetahuan, serta proses yang melekat pada warisan tersebut," ungkapnya.
Sementara Mas Bekel Setyoreksoko, Bidang Lomba Kadipaten Pakualaman, menjelaskan Pakualaman akan menggelar sejumlah acara terkait tradisi dengan tema Budyawicitra Nayenggita. Bagi Kadipaten Pakualaman, pelestarian budaya dan penghargaan terhadap keberagaman sangat penting
"Yakni warisan masa lalu tidak cukup hanya disimpan, tetapi harus dipahami, dihormati, dan diteruskan kepada generasi berikutnya," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga
-
Kendaraan Kustom Makin Marak di Jogja, Legalitas Masih Jadi PR Besar
-
Gamelan Makin Digandrungi di Amerika, Pakualaman Beri Peringatan Keras ke Warga Lokal
-
Ada Suara Gemuruh saat Gempa Bantul, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
HONOR Tour Hadir di Yogyakarta, Sasar Kebutuhan Teknologi Pelajar dan Mahasiswa