Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:56 WIB
Kadipaten Pakualaman yang mencoba terus melestarikan tradisi dalam rangkaian Hadeging Pakualaman Ngayogyakarta ke 211 Tahun Jawa di Yogyakarta, Jumat (21/8/2026).[Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
Baca 10 detik
  • Gusti Pangeran Haryo Indrokusumo mengingatkan masyarakat Indonesia agar serius menjaga kelestarian gamelan di Yogyakarta pada Jumat (21/8/2026).
  • Amerika Serikat memiliki sekitar 700 set gamelan, sehingga memicu kekhawatiran pengetahuan tradisional tersebut berkembang pesat di luar negeri.
  • Masyarakat Indonesia diminta menghargai nilai, pengetahuan, serta teknik pembuatan gamelan tradisional demi mencegah hilangnya warisan leluhur.

Baginya, kejadian tersebut menjadi contoh sederhana bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan bentuk kesenian.

"Masyarakat juga harus memiliki penghargaan terhadap nilai, pengetahuan, serta proses yang melekat pada warisan tersebut," ungkapnya.

Sementara Mas Bekel Setyoreksoko, Bidang Lomba Kadipaten Pakualaman, menjelaskan Pakualaman akan menggelar sejumlah acara terkait tradisi dengan tema Budyawicitra Nayenggita. Bagi Kadipaten Pakualaman, pelestarian budaya dan penghargaan terhadap keberagaman sangat penting 

"Yakni warisan masa lalu tidak cukup hanya disimpan, tetapi harus dipahami, dihormati, dan diteruskan kepada generasi berikutnya," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More