- 936 peserta ramaikan Transmigrasi Fun Run 2026 di lereng Merapi dengan konsep olahraga, karnaval, dan beragam hadiah.
- Fun run jadi upaya mengembangkan sport tourism Kaliurang sekaligus mengenalkan transformasi program transmigrasi kepada masyarakat.
- Libatkan UMKM dan wisata lokal untuk mendorong kunjungan wisatawan serta menggerakkan ekonomi masyarakat Sleman.
SuaraJogja.id - Sebanyak 936 peserta mengikuti Transmigrasi Fun Run dalam rangkaian Transmigrasi Festival 2026 yang digelar di d'Kaliurang Camping Ground, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut tak hanya menjadi ajang olahraga. Transmigrasi Fun Run turut memadukan konsep sport tourism, promosi program transmigrasi, hingga pemberdayaan pelaku UMKM di kawasan lereng Merapi.
Jumlah peserta yang hampir mencapai 1.000 orang menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat. Hal itu menjadi catatan tersendiri mengingat pada waktu bersamaan terdapat sejumlah kegiatan lain di Yogyakarta, termasuk tiga event yang digelar di wilayah Sleman.
Suasana kegiatan pun berlangsung semarak. Sejumlah peserta tampil dengan kostum bernuansa karnaval yang membuat gelaran fun run terlihat lebih berwarna.
Panitia juga menyiapkan berbagai hadiah bagi peserta, mulai dari sepeda listrik hingga sepeda motor Yamaha NMax.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sleman, Yudi Prihananta, mengatakan Transmigrasi Festival 2026 digagas oleh Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Sleman di bawah Kementerian Transmigrasi. Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi dengan Kadin Sleman.
Menurut Yudi, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mengembangkan sport tourism sekaligus mengenalkan wajah baru program transmigrasi kepada masyarakat.
“Tujuannya adalah support tourism, sekaligus mengenalkan program transmigrasi. Saat ini program transmigrasi sudah mengalami perubahan. Transmigrasi tidak lagi hanya berfokus pada mobilisasi masyarakat, tetapi juga bagaimana memperkenalkan produk-produk unggulan dari kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Yudi.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat membuat masyarakat memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai program transmigrasi. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi kawasan transmigrasi.
Baca Juga: Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan
“Melalui kegiatan seperti ini, program-program transmigrasi dapat lebih dikenal masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi,” katanya.
Dorong Kebangkitan Wisata Kaliurang
Kepala BBPPMT Sleman, Tunggak Santosa, mengatakan Transmigrasi Fun Run juga diarahkan untuk mendukung kebangkitan pariwisata di kawasan Sleman Utara, khususnya Kaliurang.
Menurutnya, kawasan Sleman Utara perlu memiliki lebih banyak kegiatan kreatif untuk menghadapi persaingan dengan destinasi wisata di wilayah selatan, barat, maupun daerah lainnya.
“Kami ingin bersama-sama mengembalikan kejayaan Kaliurang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sleman,” ujar Tunggak.
Tunggak melihat tingginya jumlah peserta sebagai sinyal positif bagi pengembangan sport tourism di lereng Merapi. Hampir 1.000 orang yang datang dinilai tidak hanya menciptakan keramaian selama acara, tetapi juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan wisata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Hampir 1.000 Orang Ramaikan Fun Run, Dorong Wisata dan UMKM Sleman
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
100 Ahli Ortopedi dari 15 Negara Bahas Masa Depan Penanganan Sendi di Yogyakarta
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga