Budi Arista Romadhoni
Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:15 WIB
Tangkapan layar sosmed kebakaran di Yogyakarta beberapa waktu lalu (istimewa)
Baca 10 detik
  • Pakar Lingkungan UMY Rijal Ramdani menyatakan penanganan karhutla di Indonesia masih reaktif dan minim anggaran pencegahan di Yogyakarta, Rabu (26/8/2026).
  • Masyarakat Peduli Api yang bertugas melakukan patroli dan deteksi dini di lapangan belum mendapat dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah.
  • Pemerintah harus memastikan agenda restorasi gambut tetap berjalan secara berkelanjutan setelah masa tugas BRGM berakhir pada Desember 2024.

Selain anggaran, Rijal juga meminta pemerintah memastikan agenda restorasi gambut tetap berjalan setelah Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) berakhir masa tugasnya pada Desember 2024.

Hal ini penting mengingat pembasahan gambut, pengelolaan tata air dan pembangunan sekat kanal merupakan langkah penting untuk menjaga gambut tetap basah sehingga tidak mudah terbakar.

Berakhirnya BRGM pun tidak boleh menjadi alasan melemahnya agenda restorasi. Fungsi tersebut harus diteruskan oleh kementerian, pemerintah daerah maupun lembaga terkait dengan dukungan anggaran yang jelas

"Jika pola lama terus dipertahankan, Indonesia berpotensi kembali berada dalam lingkaran yang sama," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More