- Keraton Yogyakarta menggelar puncak Garebeg Maulud secara tertutup dan sederhana pada Rabu, 26 Agustus 2026.
- Sri Sultan Hamengku Buwono X memerintahkan prosesi hanya membagikan ubarampe pareden kepada abdi dalem di Srimanganti.
- Masyarakat umum tidak dapat menyaksikan iring-iringan maupun berebut gunungan karena kebijakan penyederhanaan tersebut.
SuaraJogja.id - Tradisi Garebeg Maulud di Keraton Yogyakarta tahun ini kembali dipangkas. Puncak Hajad Dalem Garebeg Maulud Be 1960/2026 yang biasanya menjadi ruang publik untuk menyaksikan dan berebut gunungan pada Rabu (26/8/2026) justru digelar tertutup dan sederhana.
Keraton memastikan tidak ada tradisi rebutan gunungan untuk masyarakat umum. Prosesi difokuskan pada pembagian ubarampe pareden bagi abdi dalem di lingkungan Bangsal Srimanganti.
"Masih versi sederhana, hanya bagi pareden untuk Abdi Dalem di Srimanganti," ujar Erwita Danu Gondohutami atau Nyi Raden Wedana Kartiutami, abdi dalem generasi muda Keraton Yogyakarta saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Selasa (25/8/2026).
Keputusan tersebut merupakan bagian dari dhawuh dalem atau perintah langsung Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Kebijakan serupa sebelumnya diterapkan dalam Garebeg Besar pada 27 Mei 2026 lalu.
Dalam prosesi tersebut tidak ada iring-iringan gunungan yang akan dibagikan ke Masjid Keraton Yogyakarta, Kepatihan maupun Pakualaman. Karenanya warga masyarakat tidak akan lagi bisa berebut uba rampe gunungan yang biasanya disediakan Keraton.
"Tidak ada gunungan ke masjid, kepatihan dan pakualaman," jelasnya.
Sementara itu Abdi dalem senior berpangkat Bupati Nayaka, KRT Kusumanegara, menyatakan, penyederhanaan Garebeg bukan keputusan teknis semata. Hal itu bagian dari dhawuh dalem yang wajib dijalankan seluruh elemen keraton.
"Kami menerima dhawuh untuk menyederhanakan prosesi Garebeg dimulai dari Garebeg Besar kemarin sampai sekarang Mulud juga masih dengan konsep pembagian ubarampe pareden," jelasnya.
Dengan format tersebut, masyarakat tidak lagi mendapatkan akses seperti dalam tradisi Garebeg pada umumnya. Padahal selama ini gunungan menjadi salah satu simbol paling populer dalam perayaan Garebeg sekaligus magnet bagi warga dan wisatawan.
Baca Juga: Rekening Aktivis Diblokir, JCW Curiga Ada Operasi Membungkam Suara Kritis
Meski puncak Garebeg dibatasi, Keraton tidak sepenuhnya menutup rangkaian Hajad Dalem Sekaten. Sejumlah prosesi tetap dibuka untuk masyarakat, termasuk Kondur Gangsa yang digelar Selasa (25/8/2026) malam.
Prosesi tersebut berlangsung pukul 19.00-22.00 WIB di Pagongan dan Halaman Masjid Gedhe Kauman. Kondur Gangsa menjadi penanda kembalinya Gamelan Sekati ke dalam keraton setelah ditabuh selama sepekan.
Prosesi diawali Sri Sultan HB X dengan penyebaran udhik-udhik berupa beras, uang logam, biji-bijian dan bunga. Hal itu dimaknai sebagai simbol kemakmuran.
Sebelumnya, rangkaian Sekaten telah dimulai melalui Miyos Gangsa pada Rabu (19/8/2026). Dua gamelan pusaka, Kangjeng Kyai Guntur Madu dan Kangjeng Kyai Nagawilaga, dikeluarkan dari keraton menuju Masjid Gedhe.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM