Lokasi tanah yang dilelang dan diduga menjadi permainan mafia tanah di Kulon Progo. (Istimewa)
Baca 10 detik
- Debitur dan pemilik aset menggugat KPKNL Yogyakarta serta BUMN lembaga pinjaman ke PN Yogyakarta pada 23 Agustus 2026.
- Gugatan dilakukan karena dua bidang tanah senilai Rp2,04 miliar di Kulon Progo dijual murah seharga Rp420 juta saat lelang.
- Penggugat meminta pengadilan membatalkan risalah lelang tanggal 23 Juli 2026 serta menuntut ganti rugi materiil dan imateriil.
Selain itu, penggugat menuntut ganti rugi materiil sebesar Rp1,623 miliar yang dihitung dari selisih nilai pasar dengan harga lelang murah serta kerugian imateriil sebesar Rp1 miliar.
Fenomena lelang yang dinilai janggal ini diduga menjadi preseden buruk praktik mafia tanah yang memanfaatkan instrumen perbankan dan lembaga lelang untuk mengeruk keuntungan tak wajar.
Koordinator POS-PERA, Dani Eko Wiyono, menegaskan pentingnya kewaspadaan publik terhadap modus penyerobotan aset secara halus melalui skema eksekusi agunan.
"Bagi masyarakat yang merasa mengalami persoalan serupa, jangan segan untuk menghubungi kami. POS-PERA siap membantu dan memberikan pendampingan sesuai persoalan hukum yang dihadapi masyarakat," ujar Dani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana
-
Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, BRI DPLK Kini Lebih Praktis Dibuka lewat BRImo
-
Duh! Gunungkidul Sampai Ajukan Tambahan Stok BBM, Pemda DIY Lakukan Efisiensi Transportasi
-
Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius