- Aliansi Masyarakat Sipil melakukan demonstrasi menuntut penuranan rezim di Simpang 4 Gramedia, Yogyakarta, pada Selasa malam.
- Warga memukul mundur massa aksi karena penutupan akses jalan yang memicu kemacetan parah di pusat kota.
- Bentrokan mereda setelah polisi menerjunkan personel tambahan, mengakibatkan korban luka, dan arus lalu lintas kembali normal.
Sempat Tenang, Lalu Dipukul Mundur
Ketegangan sempat mereda. Warga kembali mundur dan massa perlahan kembali lagi ke simpang empat Gramedia untuk melakukan konsolidasi lanjutan terkait aksi tersebut.
Hasilnya massa menyepakati untuk tetap menggelar aksi meski sempat terjadi kericuhan.
Tak berselang lama, melihat kondisi jalan yang tak kunjung terurai, warga setempat kembali mendatangi barisan massa untuk membuka ruang dialog pukul 20.30 WIB.
Negosiasi berjalan alot sebab massa bersikukuh bertahan, sementara warga merasa hak jalannya terganggu oleh aksi yang berlarut-larut.
Eskalasi perdebatan kian memuncak pada pukul 21.55 WIB setelah massa justru menuntut warga untuk membubarkan diri terlebih dahulu sebagai syarat pembubaran aksi.
Sikap ini memicu amarah warga hingga berujung pada tindakan nekat menerobos barikade dan memukul mundur barisan massa secara paksa ke arah utara menuju kampus UGM.
Situasi di lapangan berlanjut semakin liar ketika jajaran kepolisian yang berada di lokasi gagal membendung gelombang bentrokan fisik.
Di tengah kepanikan dan aksi saling dorong saat massa dipukul mundur, percikan semprotan merica sempat mewarnai kerusuhan. Tidak diketahui secara pasti siapa yang menyemprotkan cairan tersebut.
Baca Juga: 21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
Ketika massa aksi sudah mundur cukup jauh akhirnya personel tambahan kepolisian diterjunkan untuk memisahkan kedua kelompok agar kericuhan tak makin meluas.
Ada Provokator
Kericuhan di tengah aksi pemukulan mundur tersebut memakan korban luka di pihak massa aksi. Perwakilan massa, Fa, mengonfirmasi adanya sejumlah mahasiswa yang terdesak hingga membutuhkan pertolongan medis mendesak.
"Tadi sempat ada mahasiswa yang pada akhirnya membutuhkan bantuan medis gitu," kata dia, Selasa malam di lokasi.
Ia menyebut kericuhan tidak lepas dari provokator yang sengaja membuat aksi tersebut ricuh.
"Itu terjadi karena ada provokator yang memprovokasi kita sehingga sempat ricuh sebentar. Dan pada akhirnya dari ricuh itu muncul kepanikan dari massa, dan kepanikan dari massa itu pada akhirnya, ya itu tadi, mengakibatkan ada beberapa teman kita yang membutuhkan bantuan medis," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
-
Tiba-tiba Suahasil Dipanggil Istana, Posisi Menteri Keuangan Berganti?
Terkini
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara