Budi Arista Romadhoni
Senin, 07 September 2026 | 17:30 WIB
Penumpukan penumpang KA di Stasiun Yogyakarta, Senin (7/9/2026). [Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
Baca 10 detik
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) menyebabkan pembatalan enam penerbangan dari Bandara Adisutjipto menuju Halim Perdanakusuma.
  • Bandara Adisutjipto tetap beroperasi normal dan hasil pengujian abu vulkanik menunjukkan kondisi negatif tanpa paparan abu.
  • KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat lonjakan 51.646 penumpang pada Minggu (6/9/2026) akibat pengoperasian kereta tambahan ke Jakarta.

SuaraJogja.id - Erupsi Gunung Anak Krakatau ikut mengguncang mobilitas udara dari Yogyakarta menuju Jakarta. Sejumlah penerbangan dari Bandara Adisutjipto menuju Bandara Halim Perdanakusuma dibatalkan setelah operasional sejumlah bandara di Jakarta terdampak sebaran abu vulkanik.

General Manager Bandara Adisutjipto, Kolonel Penerbang Wibowo Cahyono Soekadi di Yogyakarta, Senin (7/9/2026) menyatakan dua maskapai yang melayani rute reguler dari Adisutjipto, yakni Citilink dan Fly Jaya ikut terdampak. Sebab penerbangan menuju Halim Perdanakusuma terganggu.

"Memang terdampak sekali karena selain Cengkareng, Halim pun close sampai pagi ini. Bahkan tadi barusan ada NOTAM sampai 18.00," jelasnya.

Sebanyak enam penerbangan dari Adisutjipto menuju Halim Perdanakusuma pada Senin ini pun dibatalkan. Yakni tiga penerbangan Fly Jaya dan tiga penerbangan Citilink.

Meski penerbangan menuju Halim dibatalkan, Bandara Adisutjipto dipastikan tetap beroperasi. Pihak bandara menyiagakan petugas Inspektur Terminal, customer service, dan Avsec untuk membantu penumpang yang membutuhkan informasi terkait pembatalan maupun perkembangan penerbangan.

"Keselamatan dan keamanan penerbangan lebih kita utamakan semuanya," ujarnya.

Bandara Adisutjipto juga melakukan pemeriksaan paparan abu vulkanik melalui metode paper test. Pemeriksaan dilakukan secara acak selama satu jam untuk memastikan tidak ada paparan abu vulkanik di kawasan bandara.

Hasil pemeriksaan hingga Senin pagi menunjukkan hasil negatif. Tidak ditemukan paparan abu vulkanik di Bandara Adisutjipto.

"Sampai tadi pagi yang ketiga kali, keempat kali, 06.15 sampai pukul 07.15 kita laksanakan paper test, hasilnya negatif. Tidak ada paparan abu vulkanik," jelasnya.

Baca Juga: Deadline Penggusuran di Depan Mata, Warga Lempuyangan Lawan PT KAI: "Bukan Asetmu, Ini Tanah Kami

Dengan kondisi tersebut, Bandara Adisutjipto tetap operasional meski seluruh penerbangan reguler menuju Halim Perdanakusuma dibatalkan.

Menurut Wibowo, penerbangan reguler Citilink dan Fly Jaya dari Adisutjipto memang seluruhnya menuju Halim. Namun penerbangan charter atau private dengan tujuan lain seperti Surabaya dan Bali masih memungkinkan dilakukan selama memenuhi aspek keselamatan penerbangan.

Bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan, maskapai memberikan pilihan. Mereka bisa meminta pengembalian biaya tiket atau penjadwalan ulang.

Bandara Adisutjipto memastikan pelayanan tetap berjalan normal dan petugas tetap siaga. Jika operasional penerbangan menuju Halim kembali dibuka, penerbangan dari Adisutjipto akan dilaksanakan sesuai perkembangan dan ketentuan keselamatan penerbangan

"Kami bantu refund, kemudian nanti di-reschedule kembali, tergantung dari keinginan dari pengguna jasa ya, penumpang," jelasnya.

Sementara itu di tengah gangguan penerbangan akibat erupsi terjadi lonjakan penumpang kereta api di KAI Daop 6 Yogyakarta. Kereta api menjadi salah satu alternatif untuk menjaga mobilitas Yogyakarta-Jakarta tetap berjalan ketika jalur udara belum sepenuhnya pulih. KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat total 51.646 penumpang dilayani pada Minggu (6/9/2026).

Load More