- Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengimbau warga menghindari aktivitas luar ruangan pukul 10.00 hingga 15.00 WIB pada Selasa (7/10/2026).
- Plt Kepala Dinkes Lana Unwanah meminta kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia mewaspadai risiko dehidrasi akibat cuaca panas.
- Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan pelindung kulit dan memperbanyak konsumsi air putih.
SuaraJogja.id - Warga Yogyakarta diminta lebih membatasi aktivitas di luar ruangan saat matahari sedang terik. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan lanjut usia (lansia), menghindari paparan langsung sinar matahari pada jam-jam terpanas.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Yogyakarta Lana Unwanah mengatakan, masyarakat sebaiknya tidak beraktivitas di luar ruangan jika tidak memiliki keperluan mendesak pada periode sekitar pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.
Menurutnya, pada rentang waktu tersebut paparan matahari terasa lebih menyengat sehingga tubuh lebih banyak kehilangan cairan, terutama ketika seseorang melakukan aktivitas fisik di luar ruangan.
“Kalau bisa di bawah jam 10.00 atau di atas jam 15.00. Kalau misalnya terpaksa beraktivitas di luar ruangan di jam-jam tersebut, gunakanlah pelindung, tidak cuma pelindung muka tapi kulit juga,” kata Lana di Yogyakarta, Selasa (6/10/2026).
Tak Ada Keperluan, Sebaiknya Jangan Keluar
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia yang lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan ketika terpapar cuaca panas.
Karena itu, Dinkes meminta masyarakat mengatur kembali waktu beraktivitas. Kegiatan di luar ruangan yang tidak mendesak sebaiknya dilakukan sebelum pukul 10.00 WIB atau setelah pukul 15.00 WIB.
Sementara bagi warga yang memang harus berada di luar pada saat matahari sedang terik, perlindungan tubuh perlu menjadi perhatian.
Tidak hanya menggunakan pelindung wajah, bagian kulit yang terpapar sinar matahari juga sebaiknya dilindungi.
Baca Juga: Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku
Waspadai Dehidrasi
Paparan panas dalam waktu lama dapat membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat. Kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan memperbanyak konsumsi air.
Lana meminta masyarakat meningkatkan asupan cairan, terutama setelah melakukan aktivitas di luar ruangan dan banyak mengeluarkan keringat.
“Jadi saat habis beraktivitas di luar ruangan yang mengeluarkan banyak keringat atau kena terik matahari, sebaiknya kita perbanyak intake cairan, minumnya,” ujarnya.
Menurut dia, langkah sederhana tersebut penting untuk mencegah dehidrasi, terutama pada anak-anak dan lansia.
Anak dan Lansia Jadi Kelompok yang Perlu Dijaga
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
Cuaca Panas Menyengat, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Luar, Ini Alasannya
-
Lonjakan Jutaan Tablet Alprazolam di Sleman, Dinkes Catat Penebusan Dobel hingga Apoteker Diancam
-
BRI Peduli Perkuat Komitmen Lingkungan, Latih 500 Volunteer Kelola Sampah di MotoGP Mandalika 2026
-
Pinjol Mudah Cair, Nasabah Gampang Dipermalukan, Reformasi Penagihan Mendesak
-
Berkaca Kasus Keracunan, Jogja Uji MBG Prasmanan dan Tak Lagi Pakai Ompreng