Budi Arista Romadhoni
Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:18 WIB
Ilustrasi panas menyengat di Jogja. [Ist]
Baca 10 detik
  • Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengimbau warga menghindari aktivitas luar ruangan pukul 10.00 hingga 15.00 WIB pada Selasa (7/10/2026).
  • Plt Kepala Dinkes Lana Unwanah meminta kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia mewaspadai risiko dehidrasi akibat cuaca panas.
  • Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan pelindung kulit dan memperbanyak konsumsi air putih.

Selain risiko dehidrasi, Dinkes Yogyakarta juga memantau sejumlah keluhan kesehatan yang dapat muncul ketika kondisi cuaca panas berlangsung.

Beberapa di antaranya adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), radang saluran pernapasan, batuk hingga pilek. Keluhan tersebut, kata Lana, masih relatif terkendali, tetapi lebih mudah dialami kelompok rentan.

“Biasanya memang pada anak-anak, usia-usia rentan, anak-anak kemudian lansia yang memang secara imunitas tubuhnya memang ada penurunan,” katanya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap sepele kondisi cuaca panas, terutama ketika harus beraktivitas cukup lama di bawah terik matahari.

Selain menjaga asupan cairan dan membatasi paparan panas, masyarakat juga dianjurkan menjaga pola makan dengan prinsip gizi seimbang.

Lana mengatakan konsumsi vitamin tambahan pada dasarnya tidak selalu diperlukan apabila kebutuhan nutrisi harian telah terpenuhi melalui makanan.

Namun, bagi masyarakat yang merasa asupan hariannya belum mencukupi, vitamin C dapat menjadi salah satu pilihan tambahan.

Di tengah cuaca panas, Dinkes mengingatkan warga untuk lebih bijak mengatur aktivitas harian. Jika tidak ada keperluan mendesak, hindari berada di luar ruangan pada pukul 10.00-15.00 WIB, lindungi tubuh jika harus keluar, dan pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi.

Baca Juga: Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Load More