Budi Arista Romadhoni
Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:31 WIB
Kondisi di kawasan Malioboro, Rabu (28/10/2026) malam. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Demonstrasi berujung kericuhan pecah di kawasan Malioboro dan Gedung DPRD DIY pada Rabu (28/10/2026) malam.
  • Massa aksi melempar benda keras, menyalakan kembang api, serta membakar sejumlah barang di depan gerbang kantor dewan.
  • Aparat kepolisian mengerahkan mobil water cannon dan memperketat penjagaan untuk membubarkan serta mengendalikan massa yang bertahan.

SuaraJogja.id - Kericuhan aksi demonstrasi di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Rabu (28/10/2026) malam, meluas hingga ke sirip jalan di kompleks Kepatihan.

Meski polisi telah mengerahkan mobil water cannon untuk membubarkan kerumunan, massa masih bertahan dan berulang kali merangsek maju ke arah aparat.

Situasi di sepanjang Jalan Malioboro semakin tegang sejak kericuhan pecah sekitar pukul 18.00 WIB. Massa yang sebelumnya berkumpul di depan Gedung DPRD DIY dan melemparkan benda keras dan menyalakan kembang api ke arah halaman kantor dewan dipukul mundur polisi.

Namun ketegangan meluas ke sisi selatan hingga Jalan Perwakilan dan sirip jalan di kompleks Kepatihan.

Di kawasan tersebut, massa aksi terlibat aksi saling lempar dan saling hujat dengan kelompok warga. Sementara itu, kobaran api terlihat membakar sejumlah barang di depan gerbang selatan kompleks Gedung DPRD DIY.

Upaya membubarkan massa dilakukan polisi sekitar pukul 19.30 WIB. Mobil water cannon dikerahkan untuk menyemprotkan air ke arah kerumunan dan memukul mundur massa menjauhi gedung dewan.

Namun semprotan air belum membuat massa sepenuhnya mundur. Bahkan sebagian massa kembali merangsek menuju ke selatan. Barisan aparat keamanan pun terdorong mundur hingga ke perempatan Kompleks Kepatihan.

Polisi kembali berupaya mengendalikan situasi dengan mempertahankan penjagaan di sekitar lokasi. Namun ketegangan antara massa dan aparat pun belum mereda karena massa kembali masuk ke Malioboro.

Hingga sekitar pukul 20.30 WIB, kawasan Malioboro dan sekitar kompleks Kepatihan masih berada dalam situasi tegang. Kericuhan yang meluas dari depan Gedung DPRD DIY hingga ke sirip jalan tersebut membuat upaya pengamanan aparat masih terus berlangsung.

Baca Juga: Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More