- Tentrem Cultural Week 2026 kembali digelar di Hotel Tentrem Yogyakarta.
- Acara Tentrem Cultural Week 2026 mengusung tema pelestarian budaya berkelanjutan.
- Rangkaian Tentrem Cultural Week 2026 menghadirkan kuliner, busana, hingga musik.
SuaraJogja.id - Berangkat dari semangat pelestarian yang berkelanjutan atau sustainability, Hotel Tentrem Yogyakarta kembali menggelar perhelatan budaya tahunannya, Tentrem Cultural Week (TCW) 2026, yang akan berlangsung pada tanggal 24 hingga 28 November 2026.
Mengusung tema utama "Sustaining Culture through Collaboration", acara ini dirancang sebagai wadah dan ruang pertemuan bagi para tamu, komunitas lokal, pelaku seni, pemerhati budaya, hingga generasi muda.
Hotel Tentrem berkomitmen untuk merangkul kekayaan sumber daya Indonesia, baik dari kekayaan alam maupun kreativitas manusianya ke dalam beragam aktivasi nyata yang interaktif dan edukatif.
Pentingnya Pelestarian Budaya yang Berkelanjutan
Dalam sesi jumpa pers, manajemen Hotel Tentrem mengungkapkan bahwa keberlanjutan budaya bertumpu pada tiga pilar utama yaitu rasa, karya, dan pengalaman (27/10/2026).
Melalui tiga pilar tersebut, diharapkan masyarakat tidak hanya sekadar menyaksikan, tetapi juga dapat merasakan, melakukan, melestarikan, dan pada akhirnya mewariskan kebudayaan Nusantara.
"Kita harus sadar bahwa di era sekarang, ekspansi budaya luar sangat kuat. Jika kita tidak pernah mengenalkan dan mempraktikkan kekayaan budaya sendiri, generasi muda bisa kehilangan akar sejarah dan identitasnya. Melalui Tentrem Cultural Week, kami ingin membangun kesadaran mendalam agar kebudayaan Nusantara tetap relevan, dipelajari, dan terus terjaga," ujar Christoporus Yulianto selaku manajemen Hotel Tentrem Yogyakarta (27/10/2026).
Wujud pelestarian ini dihadirkan dalam berbagai medium, mulai dari seni pertunjukan, busana, karya kerajinan lokal, hingga seni kuliner Nusantara yang autentik namun tetap adaptif dengan perkembangan zaman.
Rangkaian Program Tentrem Cultural Week 2026
Pembukaan TCW 2026 diawali dengan gelaran Pawon Ageng di Kayumanis Coffee Shop pada 24 November 2026.
Acara dibuka melalui diskusi Heritage Talk bertajuk “Indonesian Culinary Heritage: History, Identity and Continuity”, dan dilanjutkan dengan lunch hasil olahan Chef Bara Pattiradjawane bersama Chef Afifuddin (Executive Sous Chef Hotel Tentrem Yogyakarta).
Hari berikutnya, 25 November 2026, Waris Aruna menghadirkan sesi berbagi keterampilan kuliner bagi pelaku UMKM dan guru bidang kuliner dari sekolah kejuruan.
Demonstrasi jajan pasar bersama Lanny Rustan dari Dapur Menel, dengan dukungan FiberCreme, serta kreasi cokelat bersama Embassy Chocolate membuka kesempatan untuk mempelajari teknik dan pengembangan produk.
Rangkaian acara berlanjut pada 26 November 2026 di Summer Palace Chinese Restaurant lewat agenda Akulturasi Rasa. Acara ini memadukan tradisi kuliner Tionghoa dengan karakter teh khas Tong Tji.
Dalam rangkaian ini akan dihadiri oleh Chef terkenal yang akan menyajikan hidangan berunsur teh lengkap dengan minuman pendampingnya, pas untuk dinikmati bersama keluarga maupun kerabat, sembari diiringi alunan instrumen guzheng.
Berita Terkait
-
Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir
-
Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan
-
Kritik Matinya Hukum Tata Negara, Guru besar UGM: Runtuhkan Kekuasaan Sombong yang Dibeli Oligarki
-
Bank Mandiri Gelar Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Dorong Wirausaha Muda Berpotensi
-
Praktik 'Nuthuk' Harga Muncul Lagi di Malioboro, Wisatawan Keluhkan Es Jeruk Rp20 Ribu per Gelas
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi