Debit Air Sungai Meningkat, Warga Yogyakarta Diminta Waspada

Tanggul di Bendungan Wates dilaporkan telah jebol akibat luapan air

Bangun Santoso
Senin, 18 Maret 2019 | 07:05 WIB
Debit Air Sungai Meningkat, Warga Yogyakarta Diminta Waspada
Ilustrasi sungai. [Sukabumiupdate.com]

SuaraJogja.id - Debit air di sejumlah sungai di Yogyakarta terpantau mengalami peningkatan cukup signifikan. Karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan.

"Waspada potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor," kata Kepala Pelaksana BPBD DI Yogyakarta, Birawa Yuswantana melalui keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Minggu (17/3/2019).

Menurut data BPBD, peningkatan debit air secara signifikan terjadi di Waduk Sermo (Kokap, Kulonprogo), aliran Sungai Serang (Kulonprogo), sungai di Goa Kebon, dan Sungai Progo.

Sementara, tanggul di Bendungan Wates dilaporkan telah jebol. Status waspada ditetapkan untuk beberapa sungai, yaitu Sungai Gajah Wong, Sungai Winongo, dan Sungai Bedog.

Baca Juga:Dilanda Longsor Akibat Gempa, Wisata Air Terjun Tiu Kelep NTB Ditutup

Luapan sungai juga terjadi di beberapa wilayah, yakni Selatan TPR Parangtritis, Sungai Genjuk (Sanden, Bantul), Sungai Belik (Wonokromo), Kali Celeng (Imogiri), dan Kedungpring.

Selain luapan dan genangan, warga diminta berhati-hati terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon dan baliho roboh.

Warga tidak disarankan berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat atau petir. Warga juga diminta mencermati informasi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan petugas dan sumber-sumber terpercaya.

Hujan ringan yang terjadi pada Minggu (17/3) sempat berhenti. Kemudian, siang hari turun hujan lebat hingga malam ini.

Hal ini diindikasikan terdeteksinya aliran udara basah dari Asia menuju wilayah Jawa. Juga adanya Tropical Cyclone “Savannah” di Samudera Hindia 972 hPa Max 75 kts yang berdampak pada terbentuknya palung tekanan udara rendah (trough) serta perlambantan angin di wilayah Jawa.

Baca Juga:Caleg PKS yang Cabuli Putri Kandung Akhirnya Tertangkap

Faktor hangatnya suhu permukaan laut di Samudera Hindia selatan Jawa disinyalir ikut menyumbang tersedianya uap air yang melimpah bagi pembentukan awan hujan di wilayah Jawa. Kondisi tersebut diperkirakan menyebabkan udara hangat lembab serta labil, sehingga berpotensi mengakibatkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sepanjang hari.

Kontributor : Sri Handayani

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak