Sarankan Reformasi Polri Fokus Pembenahan Kualitas Internal, Pusham UII Ingatkan Risiko Politisasi

Pakar UII peringatkan geser Polri ke kementerian bahaya politisasi. Independensi Polri di bawah Presiden kunci netralitas & penegakan hukum

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 10 Maret 2026 | 13:49 WIB
Sarankan Reformasi Polri Fokus Pembenahan Kualitas Internal, Pusham UII Ingatkan Risiko Politisasi
Ilustrasi anggota polisi republik indonesia atau Polri . [Ist]
Baca 10 detik
  • Direktur Pusham UII, Eko Riyadi, memperingatkan bahwa menarik Polri ke kementerian berbahaya bagi kepentingan politik praktis.
  • Eko Riyadi menegaskan posisi Polri di bawah Presiden adalah mandat konstitusional untuk menjaga independensi dan netralitas.
  • Fokus utama seharusnya adalah pembenahan internal Polri, seperti peningkatan SDM dan adaptasi teknologi, bukan perubahan struktur.

SuaraJogja.id - Direktur Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (Pusham UII), Eko Riyadi, memberikan peringatan keras terkait wacana pergeseran posisi kelembagaan Polri. 

Ia menilai bahwa upaya menarik Polri ke bawah struktur kementerian dapat membuka celah berbahaya bagi kepentingan politik praktis.

Eko menegaskan bahwa independensi kepolisian harus dijaga ketat agar tidak menjadi alat politik kelompok tertentu. Menurutnya, desain saat ini yang menempatkan Polri langsung di bawah Presiden adalah mandat sejarah yang harus dipertahankan.

"Menempatkan Polri di bawah kementerian justru berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan serta membuka ruang politisasi dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian," kata Eko, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga:UII Siap Gratiskan Kuliah Mahasiswa Korban Bencana Sumatera, 54 Sudah Lapor Terdampak

Disampaikan Eko, posisi Polri di bawah Presiden merupakan langkah konstitusional yang paling tepat. Hal ini bertujuan agar kepolisian tetap netral dalam menjalankan mandat penegakan hukum dan pelayanan publik.

"Posisi Polri di bawah Presiden merupakan desain konstitusional yang telah dirumuskan untuk menjaga independensi kepolisian dari tarik-menarik kepentingan politik sektoral," tegasnya.

Eko bilang bahwa fokus pemerintah seharusnya bukan pada pengubahan struktur komando. Melainkan pada pembenahan kualitas internal. 

Termasuk dalam hal ini penguatan sumber daya manusia dan pengawasan ketat seluruh personel kepolisian. Hal itu dinilai jauh lebih mendesak untuk dilakukan saat ini.

"Pembenahan Polri sebaiknya difokuskan pada reformasi internal, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sistem pengawasan internal dan eksternal, serta penegakan kode etik profesi kepolisian secara konsisten," tuturnya.

Baca Juga:Mahfud MD: Biarkan Prabowo Olah Komite Reformasi Polri, KPK Lebih Baik Panggil Orang Ini Soal Whoosh

Selain masalah struktur, ia turut menyoroti pentingnya Polri beradaptasi dengan kemajuan zaman. Modernisasi teknologi dianggap sebagai kunci agar kepolisian tetap relevan dalam menghadapi kejahatan di era digital yang semakin rumit.

"Reformasi Polri juga dinilai perlu diarahkan pada modernisasi organisasi dan pemanfaatan teknologi dalam penegakan hukum, sehingga mampu menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital," tambahnya.

Ditekankan Eko, bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada stabilitas keamanan yang diciptakan oleh kepolisian yang profesional. 

Jika institusi ini goyah akibat pengaruh politik, maka agenda demokrasi bisa terancam.

"Prinsip dasar yang menempatkan Polri di bawah Presiden sebagaimana amanat Reformasi 1998 tetap perlu dipertahankan sebagai fondasi sistem keamanan nasional yang profesional, akuntabel, dan demokratis," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak