Kemarau Panjang Mengintai, Penyakit dari Flu, Iritasi Mata hingga Dehidrasi Ancam Warga Bantul

Dinkes Bantul waspadai risiko penyakit saat kemarau panjang, seperti flu dan iritasi mata. Warga diimbau terapkan PHBS, penuhi hidrasi, dan pakai masker

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:50 WIB
Kemarau Panjang Mengintai, Penyakit dari Flu, Iritasi Mata hingga Dehidrasi Ancam Warga Bantul
Ilustrasi flu yang melanda saat kemarau. (Freepik/poravute)
Baca 10 detik
  • Dinas Kesehatan Bantul memperingatkan warga mengenai risiko peningkatan penyakit pernapasan, dehidrasi, dan iritasi mata akibat musim kemarau panjang.
  • Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan terhadap ancaman gangguan kesehatan selama kondisi cuaca kering dan berdebu ini.
  • Dinkes Bantul mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih, memenuhi nutrisi, serta menggunakan masker untuk mencegah penyebaran berbagai penyakit.

SuaraJogja.id - Musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang dan kering tahun ini membawa ancaman kesehatan bagi masyarakat. Selain cuaca panas yang menyengat, sejumlah penyakit diprediksi meningkat, mulai dari influenza, iritasi mata, dehidrasi, hingga gangguan pernapasan akibat debu.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan selama musim kemarau.

Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widiyantara mengatakan kondisi udara yang kering dan meningkatnya debu di lingkungan dapat memicu berbagai penyakit yang umum muncul saat kemarau.

"Jenis penyakit yang sering terjadi saat musim kemarau di antaranya influenza dan iritasi mata karena banyaknya debu dari tanah kering yang beterbangan, kemudian terhirup atau mengenai mata," kata Agus, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga:Polisi Ungkap Motif Pembunuhan di Bantul, Sakit Hati Dibilang Sok Alim saat Pesta Miras

Menurutnya, ancaman kesehatan saat kemarau tidak hanya terbatas pada flu dan iritasi mata. Masyarakat juga perlu mewaspadai dehidrasi akibat suhu udara yang tinggi, gangguan pencernaan karena kualitas air yang menurun, serta penyakit pernapasan yang dipicu polusi debu dan asap.

Anak-anak menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Cuaca panas dan kondisi lingkungan yang lebih kering dapat membuat daya tahan tubuh anak lebih rentan terhadap infeksi.

"Terutama pada anak harus lebih diwaspadai. Orang tua harus ekstra memperhatikan kondisi anaknya," ujarnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Dinkes Bantul telah menginstruksikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko penyakit saat kemarau.

Masyarakat juga diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mulai dari penggunaan air bersih, menjaga kebersihan lingkungan, rajin mencuci tangan, hingga memenuhi kebutuhan gizi seimbang.

Baca Juga:Penampakan Toilet SMP Negeri 1 Jetis Usai Revitalisasi, dari Rusak Menjadi Layak

Selain itu, penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat debu yang meningkat selama musim kemarau.

"Asupan cairan penting untuk mencegah dehidrasi karena cuaca panas yang berlebih dan pemenuhan gizi seimbang dengan vitamin dan mineral," kata Agus.

Dinkes berharap masyarakat tidak menganggap remeh dampak musim kemarau. Pasalnya, cuaca ekstrem tidak hanya berdampak pada ketersediaan air, tetapi juga berpotensi meningkatkan kasus penyakit yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak