GEMPAR di Pasar Kebonagung Sukses Digelar, Gamelan hingga Tarian Meriahkan Suasana

Berbagai kegiatan turut memeriahkan pelaksanaan GEMPAR di Pasar Kebonagung.

Nur Khotimah
Minggu, 26 Juli 2026 | 07:19 WIB
GEMPAR di Pasar Kebonagung Sukses Digelar, Gamelan hingga Tarian Meriahkan Suasana
Pertunjukan Seni Tari Cipat Cipit dalam acara Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat di Pasar Kebonagung, Sleman, Sabtu (25/7/2026).(Praba Mustika/Suara.com)
Baca 10 detik
  • Disperindag Sleman meluncurkan GEMPAR di Pasar Kebonagung bertema "Pasar Tradisional Bergeliat, UMKM Kuat".
  • Kegiatan melibatkan pemerintah, DPRD, pedagang, UMKM, dan masyarakat, dimeriahkan pentas seni serta talkshow.
  • GEMPAR menjadi komitmen memperkuat pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dan ekosistem perdagangan lokal.

SuaraJogja.id - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman resmi menggelar rangkaian Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) di Pasar Kebonagung, Kalurahan Sendangagung, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (25/7/2026).

Mengusung tema "Pasar Tradisional Bergeliat, UMKM Kuat", kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memeriahkan pasar rakyat sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sleman.

Dipandu MC kondang Gospeng dan Anies Cethul, pembukaan GEMPAR dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Dwi Wulandari, Lurah Sendangarum Wiwik Retno Yulianti, Lurah Sendangagung Raden Heru Prasetya Wibawa, serta Panewu Minggir Dewanto Tri Nugroho. Turut hadir pula Untung Basuki Rahmat selaku Sekretaris Komisi C dan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sleman, paguyuban pedagang, pelaku UMKM, hingga masyarakat sekitar.

Berbagai kegiatan turut memeriahkan pelaksanaan GEMPAR di Pasar Kebonagung. Selain mengajak masyarakat berbelanja di pasar rakyat, acara juga menghadirkan seni gamelan, pertunjukan tari tradisional, serta talkshow inklusif yang membahas pengembangan pasar tradisional dan pemberdayaan UMKM.

Baca Juga:Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Pertunjukan seni gamelan dalam acara Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat di Pasar Kebonagung, Sleman, Sabtu (25/7/2026).(Praba Mustika/Suara.com)
Pertunjukan seni gamelan dalam acara Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat di Pasar Kebonagung, Sleman, Sabtu (25/7/2026).(Praba Mustika/Suara.com)

Sepanjang kegiatan, para pemain gamelan dari Sanggar Kuntul Baris tak henti menghibur para penonton.  Penampilan mereka dipermanis dengan suara merdu sang penyanyi sinden. Lagu yang dimainkan pun beragam. Mulai dari lagu tradisional hingga lagu modern, semua dilahap dengan aransemen yang sangat meriah dan indah.

Selain dimeriahkan nyanyian dan denting gamelan, acara juga disemarakkan dengan penampilan Tarian Cipat Cipit. Tarian tersebut memiliki filosofi pertemanan, kekompakan dan suasana gembira. Hal ini menggambarkan kekompakan antara pemerintah, pedagang dan pembeli serta kegembiraan yang menaungi pasar tersebut.

Nah, suasana semakin memanas ketika. Para menari mengalungkan selendang ke para penonton. Mereka mengajak para penonton menari. Aksi tersebut tak pelak membuat para penonton bergemuruh. Bahkan, ada pula warga negara asing yang turut mengabadikan  momen tersebut.

Kegiatan ini memang dikemas dengan sangat cair. Dalam kegiatan itu, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat bisa berinteraksi untuk memperkuat ekosistem perdagangan lokal. Ya, sepanjang acara, pihak dari pemerintah baik itu DPRD, Disperindag Kabupaten Sleman hingga perangkat daerah bercengkerama dengan warga setempat, baik itu pelaku pasar maupun konsumen yang hendak berbelanjan di sana. 

Talkshow yang dipandu Gospeng dan Anies Cethul dengan narasumber anggota DPRD Kabupaten Sleman Untung Basuki Rahmat dan Kadisperindag Kabupaten Sleman Dwi Wulandari.(Praba Mustika/Suara.com)
Talkshow yang dipandu Gospeng dan Anies Cethul dengan narasumber anggota DPRD Kabupaten Sleman Untung Basuki Rahmat dan Kadisperindag Kabupaten Sleman Dwi Wulandari.(Praba Mustika/Suara.com)

Selain itu, masyarakat diajak berkeliling Pasar Kebonagung untuk melihat kuliner yang khas di sana. Masyarakat pun berlomba 'nglarisi' para pedagang. Mereka penasaran dengan beberapa jajanan yang direkomendasikan. Beberapa di antaranya bacem tempe koro, grontol jagung, tiwul, jenang, dan lainnya. 

Baca Juga:Kereta Gantung Sepanjang 8 KM Bakal Dibangun di Kawasan Prambanan Sleman, Investasinya Rp200 Miliar

Acara dilanjutkan dengan talkshow bertajuk "Pasar Tradisional Bergeliat, UMKM Kuat" yang dipandu Gospeng dan Anies Cethul dengan narasumber anggota DPRD Kabupaten Sleman Untung Basuki Rahmat dan Kadisperindag Kabupaten Sleman Dwi Wulandari. Uniknya, talkshow tersebut digelar di tengah pasar, tepatnya di antara para pedagang. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Dwi Wulandari menyampaikan bahwa penyelenggaraan GEMPAR merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat keberadaan pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

"Kegiatan ini tidak akan terlaksana tanpa ada campur tangan atau dukungan dari anggota dewan DPRD Kabupaten Sleman, khususnya Pak Untung, yang selama ini memberikan dukungan luar biasa kepada kami, Disperindag Kabupaten Sleman, agar ekonomi kerakyatan bisa tumbuh dan berkembang di tengah ekonomi global yang saat ini tidak menentu," tutur Dwi Wulandari dalam sambutannya, pada Sabtu (25/7/2026).

Dwi Wulandari juga menyampaikan bahwa GEMPAR diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan aktivitas ekonomi di pasar rakyat, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.

Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) di Pasar Kebonagung, Kalurahan Sendangagung, Kapanewon Minggir, pada Sabtu (25/7/2026). (Suarajogja.id/Praba Mustika)
Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) di Pasar Kebonagung, Kalurahan Sendangagung, Kapanewon Minggir, pada Sabtu (25/7/2026). (Suarajogja.id/Praba Mustika)

Pasar Kebonagung dipilih sebagai lokasi pembuka rangkaian GEMPAR karena memiliki potensi sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah barat Kabupaten Sleman.

"Kami melihat Pasar Kebonagung adalah sebuah pasar yang luar biasa. Karena ada banyak transaksi dari petani atau UMKM kemudian bergeliat ketika pasar itu bergeliat. Kami sudah masuk ke dalam, ternyata banyak sekali kuliner yang tidak ditemui di daerah lain," kata Dwi Wulandari lagi.

Hal tersebut menjadi salah satu potensi baru Pasar Kebonagung yang sekarang sedang diproyeksikan sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di wilayah Sleman barat.

"Ini menjadi pertimbangan kami bagaimana Pasar Kebonagung kami branding sebagai tempat wisata kuliner. Apalagi mereka kan dekat dengan perbatasan Kulon Progo," lanjutnya lagi.

Untuk mewujudkan branding tersebut, Dwi Wulandari dan jajarannya terus berupaya untuk menerapkan digitalisasi pembayaran di pasar. Namun ini menjadi sebuah tantangan tersendiri mengingat banyak pegadang senior yang masih awam akan pembayaran digital.

"Kita sudah berupaya untuk melakukan transformasi secara digital, tapi memang kami melihat banyak penjualnya sudah sepuh, jadi jika kita bicara digitalisasi maka memang harus ada effort yang luar biasa untuk para pegadang mulai digitalisasi," tutur Dwi Wulandari.

Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) di Pasar Kebonagung, Kalurahan Sendangagung, Kapanewon Minggir, pada Sabtu (25/7/2026). (Suarajogja.id/Praba Mustika)
Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) di Pasar Kebonagung, Kalurahan Sendangagung, Kapanewon Minggir, pada Sabtu (25/7/2026). (Suarajogja.id/Praba Mustika)

"Karena kenapa? Karena ketika kita sudah mem-branding menjadi wisata kuliner, khususnya untuk anak-anak muda, itu biasanya digitalisasi sudah menjadi sebuah kebutuhan. Jadi bapak (dan) ibu pakai QRIS atau pembayaran digital," imbuhnya.

Sementara itu, pelaksanaan GEMPAR di Pasar Kebonagung menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan di sejumlah pasar rakyat di Kabupaten Sleman hingga September 2026.

Melalui program ini, Disperindag Kabupaten Sleman terus mendorong terciptanya pasar tradisional yang bersih, nyaman, tertata, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui penguatan promosi dan pemanfaatan teknologi digital.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak