- Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meminta pencarian lima jurnalis di Selat Sunda dilakukan maksimal menggunakan teknologi.
- Pewarta Foto Indonesia Yogyakarta menggelar doa bersama pada Jumat untuk keselamatan jurnalis dan kru kapal yang hilang.
- Tim SAR hingga hari kelima terus menyisir pulau-pulau kecil di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk menemukan korban.
SuaraJogja.id - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meminta proses pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda dilakukan secara maksimal. Diantaranya dengan memanfaatkan berbagai teknologi terbaru.
"Ya, kita menghargai seluruh pihak dan aparat yang terus mencari. Tentu gunakan berbagai jalur, berbagai teknologi kalau diperlukan, yang bisa mendeteksi hilangnya warga itu," papar Haedar di Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026).
Haedar mengatakan pencarian terhadap para jurnalis dan kru kapal harus melibatkan seluruh potensi yang tersedia. Menurutnya, kondisi bencana bersifat tidak terduga sehingga pencarian perlu dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk pemanfaatan teknologi yang dapat membantu mendeteksi keberadaan mereka.
Apalagi musibah seperti yang terjadi di sekitar Gunung Anak Krakatau merupakan situasi yang unpredictable atau tidak bisa diprediksi. Karena itu selain mengandalkan aparat, kerja sama dengan masyarakat juga diperlukan untuk mempercepat proses pencarian.
Baca Juga:Ormas Terlibat Kekerasan, Muhammadiyah Desak Polisi Tak Tebang Pilih
"Saya pikir juga kerja sama dengan masyarakat [lokal] supaya segera ada penemuan," ujarnya.
Haedar juga menyampaikan keprihatinan Muhammadiyah atas musibah tersebut. Ia mengajak seluruh pihak menyatukan potensi untuk memperkuat resiliensi dan mitigasi bencana.
"Kami mengimbau kita semua menyatukan potensi untuk terus melakukan resiliensi, mitigasi, dan semua masyarakat tetap waspada," katanya.
Menurut Haedar, level kewaspadaan yang ditetapkan pemerintah bukan berarti masyarakat boleh mengabaikan potensi bahaya. Kewaspadaan, lanjutnya merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.
"Level-level yang diberikan pemerintah itu kan sebenarnya batas, ya. Tapi kewaspadaan itu milik kita semua," tandasnya.
Baca Juga:Haedar Nashir: Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Pelecehan Seksual di Kampus Muhammadiyah
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh aktivitas gunung api, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung. Selain itu anak muda yang memiliki kegemaran mendaki gunung.
"Jadi jangan mengabaikan letusan Gunung Merapi meskipun misalkan kita orang setempat. Juga anak-anak muda yang terbiasa naik gunung, misalkan ya tahan-tahanlah. Karena apa, kita waspada itu jauh lebih baik daripada kita kemudian ada masalah di kemudian hari," paparnya.
Haedar berharap seluruh jurnalis dan kru kapal yang hingga kini belum ditemukan segera mendapatkan pertolongan.
"Jadi kita dorong, kita doakan, mudah-mudahan bisa segera ketemu," ujarnya.
Sementara itu, solidaritas terhadap lima jurnalis yang hilang juga ditunjukkan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta. PFI Yogyakarta menggelar doa bersama di Yogyakarta, Jumat (11/9/2026) malam untuk mendoakan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hingga kini masih dalam pencarian seperti M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto atau Yudhis dari iNews, Firdaus Wajidi atau Daus dari Anadolu, serta Donal Husni, jurnalis lepas.
Mereka diketahui sedang menjalankan tugas jurnalistik di sekitar Gunung Anak Krakatau, perairan Selat Sunda yang berada di antara Pulau Jawa dan Sumatera.