- Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi menyatakan Jogja Scooter Parade 2026 di JEC pada Sabtu, 25 Juli 2026, dihadiri ribuan peserta.
- Ketua Panitia Cahyo Widodo menyebutkan acara tersebut mendatangkan lebih dari 4.000 peserta dari berbagai wilayah Indonesia dan mancanegara.
- Dinas Pariwisata DIY mengimbau penyelenggara event besar untuk memperhatikan daya dukung kawasan agar tidak mengganggu kenyamanan publik.
SuaraJogja.id - Yogyakarta kembali dihadapkan pada tantangan baru di tengah geliat pariwisata dan ekonomi kreatif yang terus tumbuh. Ribuan wisatawan dan peserta event dari berbagai komunitas berdatangan dalam waktu bersamaan.
Namun di sisi lain daya tampung kawasan perkotaan dan ruang publik semakin terbatas. Selain kemacetan yang terjadi, aktivitas publik bisa saja terganggu.
"Di tengah keterbatasan yang ada, kreativitas komunitas menjadi motor penggerak utama sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah, terutama dalam membina serta menaikkan kelas para pelaku UMKM," papar Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi disela Jogja Scooter Parade (JSP) 2026 di JEC, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Imam, besarnya jumlah peserta beragam event menunjukkan kuatnya daya tarik Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan event berbasis komunitas. Namun membeludaknya peserta juga menjadi alarm bagi pelaku industri kreatif dan penyelenggara event agar tidak hanya mengejar jumlah pengunjung, tetapi mulai menghitung kemampuan Jogja dalam menampung aktivitas wisatawan.
Baca Juga:Masih Ada Praktik Jual Seragam, Disdikpora DIY Tegaskan Sekolah Negeri Tak Boleh Berbisnis
Karenanya Imam mengingatkan pertumbuhan event di Yogyakarta harus dibarengi dengan perhitungan kapasitas yang matang. Kreativitas komunitas memang menjadi salah satu motor penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif, tetapi pelaksanaannya tidak boleh mengganggu aktivitas publik masyarakat secara umum.
Sebab keberhasilan sebuah event tidak cukup hanya diukur dari jumlah peserta yang mampu didatangkan.
"Penyelenggara juga harus memperhitungkan daya dukung kawasan, keamanan, kenyamanan warga, lalu lintas, hingga dampak terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari," paparnya.
Imam menambahkan, Dinas Pariwisata DIY mengimbau penyelenggara JSP maupun pelaku industri kreatif yang menggelar event berskala besar untuk mulai menghitung jumlah optimal peserta pada penyelenggaraan berikutnya.
Contohnya target peningkatan jumlah peserta hingga 10.000 orang pada JSP tahun depan masih memungkinkan. Namun penambahan skala tersebut harus disertai manajemen mitigasi yang matang.
Baca Juga:Kebiasaan Duduk Berjam-jam Bisa Ganggu Fungsi Otak
"Jangan sampai pertumbuhan event justru mengganggu aktivitas publik. Faktor keamanan dan kenyamanan warga harus tetap dijaga," tandasnya.
Sementara Ketua Panitia JSP 2026, Cahyo Widodo, event kali ini mendatangkan lebih dari 4.000 peserta dari berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara. Peserta datang dari berbagai daerah, mulai Sumatra, Kalimantan, hingga Flores. Peserta internasional juga hadir dari Jerman, Italia, dan Prancis.
"JSP sebagai ruang pertemuan bagi seluruh pencinta skuter klasik, skuter modern, komunitas builder, pelaku industri kreatif, hingga bengkel lokal Indonesia," paparnya.
Dia mengatakan event tersebut sejak awal dirancang bukan sekadar sebagai pameran kendaraan, melainkan sebagai ruang pertemuan seluruh ekosistem skuter. JSP 2026 juga mempertemukan berbagai komunitas dengan latar belakang berbeda.
"Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya pencinta skuter klasik dan modern, komunitas builder, pelaku industri kreatif, hingga bengkel lokal," ujarnya.
Wakil Ketua Umum Kadin DIY, Robby Kusumaharta, mengatakan komitmen pegiat otomotif Yogyakarta daapat membangun pasar baru. Sinergi lintas sektor seperti yang terlihat dalam JSP dapat menjadi pondasi bagi pertumbuhan ekonomi daerah.