- SMA Islam Al Azhar 9 Jogja mengenalkan olahraga golf pada MPLS tanggal 13 sampai 17 Juli 2026.
- Kegiatan di Asram Edupark tersebut bertujuan melaksanakan program dinas sekaligus melakukan pemetaan bakat olahraga siswa baru.
- Sebanyak 140 peserta mengikuti kegiatan golf secara gratis serta mendapat apresiasi positif dari para orang tua murid.
SuaraJogja.id - SMA Islam Al Azhar 9 Jogja menghadirkan terobosan berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini. Jika kegiatan MPLS pada umumnya diisi dengan outbound atau permainan lapangan biasa, pihak sekolah justru mengenalkan cabang olahraga golf kepada para siswa baru.
Pengenalan olahraga golf ini dirancang untuk menjalankan arahan dinas terkait program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang menjadi salah satu fokus dalam kurikulum dan petunjuk teknis MPLS.
Koordinator MPLS SMA Islam Al Azhar 9 Jogja, Ahmad Latif Noor, menuturkan bahwa pemilihan golf tidak dilakukan tanpa alasan. Selain menyesuaikan arahan program KAIH dan juknis yang ada, sekolah sekaligus memanfaatkan fasilitas driving range yang tersedia di kawasan Asram Edupark milik Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS).
"Jadi yang pertama itu memang dari dinas sendiri, juknisnya memang Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Yang kedua itu memang kita punya fasilitas driving range Asram Edupark yang merupakan bagian dari AYWS, jadi kenapa enggak kita manfaatkan?" kata Latif saat ditemui, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga:Mulai Hari Ini Sekolah Gelar MPLS, Forpi Yogyakarta Ingatkan Jangan Jadi Ajang Perundungan
Disampaikan Latif, bahwa pemilihan golf bukan sekadar agenda rekreasi. Melainkan menjadi wadah penjaringan dan pemetaan potensi atau screening bagi para siswa baru di bidang olahraga.
Pada kegiatan golf yang digelar pada Kamis (16/7/2026) kemarin itu dimanfaatkan pula oleh pihak sekolah sebagai sarana pemetaan bakat siswa.
Dari sebanyak 140 peserta yang mengikuti kegiatan, sejumlah siswa menunjukkan kemampuan dasar bermain golf meski baru pertama kali mencoba.
"Kebetulan saat di-screening beberapa anak ada yang bisa ternyata. Belum bagus tapi ternyata sudah bisa. Mukul udah kena, untuk golf susah lho," ujarnya.
Penjaringan bakat ini terbilang penting mengingat sekolah ingin mencetak penerus atlet-atlet golf muda yang berprestasi hingga tingkat internasional. Berbeda dengan ekstrakurikuler biasa yang bersifat bebas, sekolah menyediakan wadah Pembinaan Anak Berbakat (PAB) yang berfokus penuh pada persiapan kejuaraan.
Baca Juga:Siswa Mulai Masuk Sekolah, Bupati Bantul: MPLS Tekankan Pencegahan Kekerasan
Seluruh siswa baru diwajibkan mencoba olahraga golf dengan jatah minimal 10 kali pukulan. Namun dalam praktiknya, banyak siswa yang memilih menambah kesempatan bermain usai merasa tertarik dan menikmati pengalaman baru tersebut.
"Semua harus coba, gak cuma sekali. Semua itu punya jatah 10 kali. Tapi pada kenyataannya lebih kok. Karena banyak yang nambah," ungkapnya.
Selain kegiatan olahraga, rangkaian MPLS yang berlangsung pada 13-17 Juli 2026 kemarin tersebut turut dibekali dengan tes kebugaran jasmani sederhana di pagi hari serta edukasi alam.
Siswa diperkenalkan pada cara menanam, merawat tanaman, hingga memberi pakan ternak sebagai bagian dari implementasi nilai kepedulian terhadap lingkungan. Semua kegiatan itu dilakukan di satu kawasan dengan driving range tersebut.
Ia menegaskan sekolah tidak memiliki tujuan lain selain memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk kepentingan pendidikan siswa.
"Bukan maksud apa-apa, kita gak ada pikiran buat wah terus mau orang punya dan macam-macam, gak ada pikiran itu karena memang fasilitas ada dan anaknya juga tadi kita tujuannya screening, terus anak-anaknya juga pasti senang, nyatanya ya senang," ungkapnya.