Kritik Disertasi Seks di Luar Nikah, Promotor Minta Abdul Aziz Mengoreksi

Kritik itu muncul karena penafsiran Aziz dalam disertasinya itu dinilai menyimpang.

Chandra Iswinarno
Jum'at, 30 Agustus 2019 | 14:51 WIB
Kritik Disertasi Seks di Luar Nikah, Promotor Minta Abdul Aziz Mengoreksi
Ketua Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor Abdul Azis sekaligus Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi. [Suara.com/Putu Ayu P]

SuaraJogja.id - Tim promotor ujian terbuka promosi Doktor Abdul Aziz dari UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta meminta untuk mengubah judul dan isi disertasinya yang berjudul "Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non-Marital".

Kritik itu muncul karena penafsiran Aziz dalam disertasinya itu dinilai menyimpang.

Tim promotor yang terdiri dari Ketua Yudian Wahyudi selaku ketua sidang, Khoiruddin Nasution dan Sahiron selaku promotor. Selain empat penguji lain seperti Agus Moh Najib, Samsul Hadi, Euis Nurlailawati dan Alimatul Qibtiyah selaku penguji.

"Judul harus diubah jadi 'Problematika Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non-Marital'. Pemahaman Syahrur tentang milk al-yamin seharusnya ditambah akad nikah, wali, saksi dan mahar," ungkap Ketua Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor Abdul Azis sekaligus Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi di kampus setempat, Jumat (30/8/219).

Baca Juga:Rektor UIN Jogja Cibir Disertasi Seks Sebelum Nikah Tak Langgar Syariat

Koreksi perlu dilakukan, karena UIN Sunan Kalijaga tidak mungkin membatalkan hasil disertasi yang dibuat Aziz. Sebab dosen UIN Surakarta itu sudah dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Selain itu pendapat Syahrur atas istilah Milk al-Yamin dalam Alquran yang dikaji dan dikritisi Aziz dari sisi linguistik maupun pendekatan gender juga belum komprehensif. Dengan demikian draft disertasi yang diujikan pada 28 Agustus 2019 tersebut harus direvisi sesuai kritik dan saran dari penguji.

Sementara Agus menyatakan, pemikiran Syahrur masih perlu dikaji ulang. Sebab pandangan Syahrur secara teoritis masih dipertanyakan karena tidak sesuai dengan tradisi Muslim di dunia timur.

"Pandangan Syahrur dalam disertasi Aziz secara teoritis masih diperdebatkan, juga secara paksis tidak sesuai dengan urf (tradisi) masyarakat muslim," paparnya.

Nurlailawati menambahkan, Aziz dinilai lupa menempatkan frase dari kacamata Syahrur. Padahal konsepnya lemah dalam argumentasi.

Baca Juga:Disertasi Soal Seks di Luar Nikah Heboh, Begini Kata Dosen IAIN Surakarta

"Pemahaman penulis kurang komprehensif terhadap pemikiran Syahrur," katanya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak