Klaim Kurangi Penyelundupan, Edhy Prabowo Buka Ekspor Benih Lobster

"Satu minggu saya jadi menteri, dua kasus penyelundupan [benih lobster] ditangkap bea cukai dan polisi air," kata dia.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Minggu, 15 Desember 2019 | 17:40 WIB
Klaim Kurangi Penyelundupan, Edhy Prabowo Buka Ekspor Benih Lobster
Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo, ditemui di UGM, Minggu (15/12/2019). - (SUARA kontributor/Putu)

SuaraJogja.id - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo dalam beberapa hari ini tengah jadi sorotan karena akan mencabut larangan ekspor benih lobster yang dibuat pendhulunya, Susi Pudjiastuti. Edhy mengklaim, dirinya membuka keran ekspor salah satunya karena selama ini penyelundupan benih lobster untuk dijual ke luar negeri masih saja terjadi di kepemimpinan Susi.

“Penyelundupan tetap ada. Satu minggu saya jadi menteri, dua kasus penyelundupan [benih lobster] ditangkap bea cukai dan polisi air,” ungkap Edhy saat ditemui di UGM, Minggu (15/12/2019).

Menurut politikus Gerindra tersebut, satu kasus penyelundupan benih lobster yang dibawa dengan ransel tersebut nilainya mencapai angka Rp38 miliar, dan satu penyelundupan lain senilai Rp8 miliar.

Kasus penangkapan tersebut, kata dia, hanya sedikit dari penyelundupan yang terjadi selama ini. Sementara, untuk penangkapan pelaku di negara lain seperti Singapura sulit dilakukan.

Baca Juga:Buntut Cuitan Mesut Ozil, #IndonesiaStandsWithUyghur Bergema

“Kebayang [penyelundupan] yang lolos. Mereka menggunakan [kapal] mesin tempel yang kecepatannya enam kali dari kita dan bisa lari ke mana-mana. Lewat Singapura tidak terkejar karena negara itu tidak bisa menangkap [pelaku] tanpa alasan yang jelas," tandasnya.

Selain itu, Edhy mengklaim, rencana pencabutan larangan ekspor benih lobster juga dibuat karena sejumlah nelayan merasa dirugikan dengan aturan yang dibuat Susi tersebut, sementara, banyak nelayan yang menggantungkan hidupnya dari budi daya benih.

Sedangkan, bila dipaksakan pembesaran sendiri di Indonesia, menurut Edhy, butuh waktu yang lama. Saat ini budi daya pembesaran lobster pun masih dalam tahap percobaan.

Karenanya, Edhy mencoba mencari jalan tengah atas persoalan tersebut. Selain tetap memperhatikan kelestarian lingkungan laut, pengembangan ekonomi pun harus bisa dilakukan.

“Kita lihat jalan tengahnya seperti apa. Jangan sampai rusak karena ambisi pribadi. Jangan juga demi alasan lingkungan saja maka pertumbuhan ekonomi ditunda. Semua harus jalan, lingkungan terawat baik, pertumbuhan ekonomi juga terjadi,” tandasnya.

Baca Juga:Tewas di Tangan Pacar, Puisi Terakhir Mahasiswi UIN Makassar Viral

Belakangan, Susi santer menyuarakan penolakan terhadap kebijakan baru Edhy yang akan mengizinkan ekspor benih lobster. Melalui Twitter, Susi berusaha menyadarkan para nelayan agar tidak mau dibodohi dan dirugikan.

Ia mengunggah video saat menyantap lobster di Pangandaran sembari menjelaskan penghitungan kerugian jika kebijakan Edhy diterapkan.

"Satu ekor lobster ini beratnya kurang lebih 400-500 gram. Lobster yang begini harganya satu kilogram Rp600-800 ribu. Berarti satu ekor lobster ini Rp400 ribu. Bibitnya diambil dan dijual hanya dengan harga Rp30 ribu saja. Berapa rugi kita?" tanya Susi.

"Apalagi kalau lobster mutiara jenisnya, di mana satu kilogram lobster mutiara bisa mencapai Rp45 juta. Satu ekor 400 gram, itu sudah berapa harganya? Rp1 juta. Kita jual [bibitnya] ke Vietnam hanya dengan harga Rp100 ribu atau Rp130 ribu," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak