Tagihan Listrik Tiba-tiba Naik Drastis, Stafsus Menteri BUMN Bela PLN

Para pelanggan PLN dihebohkan dengan tagihan listrik yang tiba-tiba naik drastis.

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Kamis, 11 Juni 2020 | 11:29 WIB
Tagihan Listrik Tiba-tiba Naik Drastis, Stafsus Menteri BUMN Bela PLN
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga. (Suara.com/Fakhri)

SuaraJogja.id - Masyarakat dihebohkan dengan tagihan listrik yang tiba-tiba naik drastis. Kementerian BUMN pun ikut berkomentar terkait dengan naiknya tagihan listrik para pelanggan PLN.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, tagihan yang belum tertagih tak langsung semua ditagihkan ke masyarakat. Menurutnya, PLN mencicil penagihan kelebihan pemakaian tersebut agar tak memberatkan pelanggan.

"Karena tahu melonjak tagihan tersebut, membuat teman-teman PLN tersebut merasa ini (kasihan), masyarakat kasihan juga nih kalau harus membayar, maka mereka (PLN) mengatakan kelebihan ini bisa dicicil 2 - 3 bulan selama cicilan itu dipakai. Ini kita lihat bahwa memang tidak ada perubahan dari tahap listrik," ujar Arya kepada wartawan seperti ditulis, Kamis (11/6/2020).

Lebih lanjut, Arya meminta masyarakat bisa menghitung sendiri jumlah pemakaian listrik, jika masih belum percaya tagihan listriknya melonjak. Contoh sederhananya, terang Arya, masyakat bisa menghitung pemakaian listrik lewat meteran listrik.

Baca Juga:Listrik Cuma Buat Rumah, Rini Kaget Tagihan Bulanan Naik Jadi Rp3 Juta

Masyarakat bisa membanding pemakaian listrik yang tercantum di meteran listrik saat sebelum masa di rumah saja dan sesudah masa di rumah saja. Jika, terdapat kenaikan pemakaian per kwh, maka itulah yang membuat tagihan listrik naik.

"Jadi kalau dibilang PLN membohongi engga bisa, karena meterannya jelas, angkanya jelas, listrik angkanya jelas, meteran ada di rumah pelanggan bukan di mana, bukan di PLN tapi di pelanggan," jelas Arya.

"Jadi, dengan membandingkan meteran sebelum corona dan setelah corona lihat aja, dibandingkan dan dikalikan kwh-nya pasti nanti totalnya segitu juga," tambah Arya.

Sebelumnya, Arya mengemukakan, jika kenaikan tagihan listrik murni karena naiknya pemakaian listrik di rumah.

Ia juga melanjutkan, pada saat ada imbauan di rumah saja, maka semua anggota kegiatan praktis dilakukan di rumah mulai dari bekerja, belajar hingga beribadah.

Baca Juga:Kesal Listrik Melonjak, Publik: Grafiknya Kok Hampir Sama Penyebaran Covid?

Sehingga, tanpa sadar semua penggunaan listrik meningkat, akhirnya membuat tagihan listrik naik.

"Mungkin selama ini kita, nggak pernah pakai TV karena di rumah pakai TV. Atau ada yang pake AC biasanya cuma satu karena di rumah, mungkin AC-nya di tambah tiga sampai empat AC dipakai atau hal-hal lain. Mulai dari anak, orang tua, semua di rumah, semua bekerja dan sekolah akhirnya pemakaian listrik juga naik," imbuh Arya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak