Tak Ada RDT Reaktif, Sejumlah Klaster di DIY Selesai Dilakukan Tracing

Galih Priatmojo
Tak Ada RDT Reaktif, Sejumlah Klaster di DIY Selesai Dilakukan Tracing
Ilustrasi Covid-19 (Unsplash/Adam Niescioruk)

Di DIY setidaknya ada sekitar 7 klaster besar selama pandemi Covid-19

SuaraJogja.id - Pelacakan atau tracing atas sejumlah klaster yang muncul di DIY selesai ditelusuri. Hal tersebut dipaparkan Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, Minggu (21/6/2020).

"Pelacakan selesai karena sudah tidak ditemukan hasil RDT reaktif atau PCR positif," ungkapnya seperti dikutip dari harianjogja.com.

Kendati demikian, pihaknya enggan merinci klaster mana saja yang telah berhenti ditracing dan klaster mana yang masih dilanjutkan tracingnya.

"Secara pasti belum bisa menginformasikan," kata dia.

Sejumlah klaster yang muncul di DIY di antaranya Klaster Jemaah Tabligh Sleman, Jemaah Tabligh Gunungkidul, klaster gereja Ngupasan Jogja, Indogrosir, pemasok ikan Semarang-Jogja, pedagang ikan Purworejo dan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) dari Sukabumi.

Klaster Indogrosir merupakan klaster terbesar dengan jumlah kasus positif sebanyak 50 kasus yang meliputi karyawan, keluarga karyawan dan pengunjung. Pada klaster ini Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman dan Kota Jogja bahkan harus menggelar RDT masal untuk melacak penularan pada pengunjung yang datang ke Indogrosir dalam kurun waktu 19 April sampai 4 Mei.

Pada klaster pedagang ikan Purworejo, Dinas Kesehatan Kulonprogo juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Purworejo. "Sejak awal Dinkes Purworejo memberi notifikasi ke Dinkes Kulonprogo dan langsung dilacak," ujarnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS