Dikira Kecoa Goreng, Peyek Undur-undur Ini Bikin Warganet Salah Fokus

M Nurhadi
Dikira Kecoa Goreng, Peyek Undur-undur Ini Bikin Warganet Salah Fokus
peyek undur-undur (Twitter/@FOODFEES2)

"kaget kirain kecoak," tulis akun @lucailyn.

SuaraJogja.id - Peyek Undur-Undur adalah salah satu makanan khas pesisir pantai selatan yang memiliki rasa gurih, renyah, dan yang pasti nikmat.

Peyek biasanya menggunakan campuran kacang-kacangan atau ikan teri dalam toppingnya. Namun, peyek di kawasan pantai selatan Jogja dan sekitarnya seperti Kebumen ada yang menggunakan undur-undur laut sebagai pengganti jenis kacang-kacangan maupun teri tersebut.

hidangan khas pantai selatan ini memang terbilang beda, bahkan ada orang yang salah menyangka undur-undur yang ada di dalam makanan ini sebagai kecoa lantaran bentuknya yang serupa.

Seperti yang belum lama ini diunggah oleh akun Twitter @FOODFESS2, dalam unggahannya tersebut ia menunjukkan peyek undur-undur yang merupakan oleh-oleh dari Kebumen.

"Fess sampe rumah di goreng lagi jadi lebih enak. Jempolan Kalo di Kebumen namanya peyek undur2 (yutuk)," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Warganet yang memenuhi kolom komentar sempat mengira peyek undur-undur tersebut adalah kecoa yang digoreng menjadi peyek.

"kaget kirain kecoak," tulis akun @lucailyn.

Komentar serupa juga disampaikan puluhan akun Twitter lain. "Ya allah kirain itu kecoa goreng maap nder. Itu rasanya gimana pas di gigit si undur2 nya?" ujar @hwiingstarss.

Peyek undur-undur memiliki rasa khas yang tidak sama dengan peyek kebanyakan. Konon, peyek yang satu ini memiliki khasiat menurunkan kadar gula darah.

Tidak hanya di Kebumen, peyek undur-undur juga bisa ditemukan di pantai-pantai yang ada di Bantul seperti Parangtritis serta pantai Glagah yang terletak di Kulon Progo.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS