Ibu Wali Murid Menjadi Korban Rudapaksa saat Urus PPDB Anak di Sekolah

Agung Sandy Lesmana
Ibu Wali Murid Menjadi Korban Rudapaksa saat Urus PPDB Anak di Sekolah
Ilustrasi tindak pidana pemerkosaan.[Shutterstock]

Korban dibawa ke sebuah ruangan dan dipaksa untuk melayani syahwatnya.

SuaraJogja.id - Seorang ibu berinisial S (40) lantaran menjadi korban pemerkosaan ketika mendaftarkan anaknya masuk SMA.

Dikutip Suara.com dari Batanews.co.id, aksi pemerkosaan diduga dilakukan pelaku yang mengaku sebagai petugas di sekolah. Korban dibawa ke sebuah ruangan dan dipaksa untuk melayani syahwatnya.

Kapolsek Sekupang AKP Yudi Arvian mengakui aksi pemerkosaan itu terjadi di di SMA 1 Batam, Selasa (7/7/2020) siang. Setelah kejadian itu, polisi telah meringkus pelakunya.

“Untuk sekarang masih kami kenai azas diduga, karena masih dalam pemeriksaan oleh anggota,” kata Yudi.

Berdasarkan informasi yang didapat Batamnews, korban rencananya mengurus pendaftaran anaknya karena tidak lolos PPDB di sekolah tersebut.

Namun saat tiba di sana, ada seorang pria yang mengaku sebagai petugas sekolah dan membawanya ke salah satu ruangan yang ada di sekolah tersebut untuk diperkosa.

Korban juga mengakui diancam dibunuh oleh pelaku. Setelah kejadian, korban meminta pertolongan kepada orang-orang di sekitar sekolah.

Dikabarkan pelaku mengalami gangguan kejiwaan dan ada hubungan saudara dengan pemilik kantin sekolah.

Catatan redaksi: Kami mengubah judul artikel ini pada hari Rabu (8/7/2020) pukul 14.03 WIB, setelah mendapat protes dari publik. 

Judul sebelumnya justru menyudutkan ibu yang menjadi korban pemerkosaan, dan tidak berempati.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS