Kejahatan Kemanusiaan Geger Sepehi Terungkap, Inggris Diminta Kembalikan Aset Sri Sultan HB II

Disampaikan Tri Handoko bahwa proses claiming aset juga akan melibatkan lintas komunitas.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 01 Agustus 2025 | 16:00 WIB
Kejahatan Kemanusiaan Geger Sepehi Terungkap, Inggris Diminta Kembalikan Aset Sri Sultan HB II
Audiensi bertajuk Claiming Aset dan Pengembalian Manuskrip Warisan Sultan HB II di Jakarta. (dok.Istimewa)

SuaraJogja.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Yayasan Vasatii Socaning Lokika mendesak Kerajaan Inggris mengembalikan manuskrip dan aset milik Sultan Hamengku Buwono II yang dirampas dalam peristiwa Geger Sepehi 1812.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan bahwa manuskrip dan aset Sri Sultan HB II adalah bagian dari kekayaan bangsa.

"Tidak mudah untuk mengumpulkan manuskrip, apalagi ini tentang naskah-naskah kuno. Baik manuskrip, harta, maupun aset warisan lainnya merupakan warisan keluarga. Minimal digital, sehingga bisa dipelajari orang lain dan menjadi bagian dari aset," kata Tri Handoko dalam keterangannya, dikutip, Jumat (1/8/2025).

Disampaikan Tri Handoko bahwa proses claiming aset juga akan melibatkan lintas komunitas.

Baca Juga:Sri Sultan HB II Layak Jadi Pahlawan Nasional, Akademisi Jogja Ini Ungkap Alasannya

Sehingga diharapkan proses pengembalian malah lebih cepat.

Tak tanggung-tanggung, anak-anak muda pun bakal dilibatkan untuk mempelajari naskah kuno itu dan sekaligus diberikan beasiswa bagi jenjang S1, S2, dan S3.

Adapun saat ini BRIN memiliki Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah (DPKI).

Tugasnya antara lain untuk mendokumentasikan dan membuka akses koleksi manuskrip tersebut bagi kepentingan riset dan konservasi.

"Kami punya program gedung koleksi baik untuk koleksi hayati maupun arkeologi, termasuk manuskrip," tandasnya.

Baca Juga:Tersimpan Lama di Inggris, 120 Salinan Manuskrip Jawa Kuno Diserahkan ke Sri Sultan HB X

Sementara itu, Ketua Yayasan Vasatii, Fajar Bagoes Poetranto menegaskan, pihak keluarga Sultan HB II akan terus menempuh jalur Claiming Equity Prasasti International terhadap aset yang dirampas secara tidak sah tersebut.

"Kami melihat telah terjadi kejahatan kemanusiaan dalam peristiwa Geger Sepehi 1812," ujar Fajar.

Ia menilai audiensi dengan BRIN ini dapat membantu menjembatani proses klaim aset dari pihak Inggris kepada para ahli waris yang sah.

Sementara itu, Imam Samroni dari Komunitas Geberjawa menegaskan pengembalian aset peristiwa Geger Sapei 1812 merupakan bentuk tanggung jawab dalam pelestarian dan pemanfaatan warisan budaya.

Termasuk dalam proses mengidentifikasi naskah-naskah kuno di tahun 1812.

"Hal itu pentingnya digitalisasi, kemudian penterjemahan aksara dan pengajian naskah-naskah sebagai sumber inspirasi pengembangan ilmu dan teknologi karena banyak sejarah kita yang terputus," tandas Imam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak