Banyak Guru Akan Pensiun, Moratorium CPNS Beratkan Kepsek di Kulon Progo

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Banyak Guru Akan Pensiun, Moratorium CPNS Beratkan Kepsek di Kulon Progo
Ilustrasi CPNS (dok istimewa)

"Belum lagi guru honorer itu pun hanya honorer komite yang gajinya kurang lebih 300 ribu per bulan, kasihan banget to."

SuaraJogja.id - Moratorium CPNS, yang diumumkan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), memberi dampak di berbagai sektor. Salah satunya yang paling terasa adalah sektor pendidikan di Kulon Progo.

Kepala SD Negeri Conegaran Sugiyah menyampaikan keberatannya terkait moratorium atau penundaan rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan diberlakukan selama dua tahun tersebut. Pihaknya mengaku masih membutuhkan guru untuk menutup kekosongan yang akan terjadi dalam dua tahun mendatang.

"Kami sangat keberatan dengan moratorium tersebut. Dua tahun ke depan saja terhitung akan kurang lima guru," ujar Sugiyah saat dihubungi SuaraJogja.id, Rabu (8/7/2020).

Sugiyah menjelaskan, posisi guru yang terdapat di SD Negeri Conegaran saat ini terdiri dari tiga guru honorer: guru kelas 2, kelas 3, dan guru olahraga. Tahun depan sendiri sudah ada guru agama yang akan pensiun.

Dikatakan Sugiyah, saat ini jumlah guru yang ada di SD Negeri Conagaran sendiri hanya delapan orang, terbagi dari guru kelas yang berjumlah enam orang, guru agama Islam satu orang, dan guru olahraga satu orang.

"Bisa dibayangkan kalau nanti itu [kekosongan] terjadi, SD kami hanya diajar oleh guru honorer. Belum lagi guru honorer itu pun hanya honorer komite yang gajinya kurang lebih 300 ribu per bulan, kasihan banget to. Dengan segitu sudah dituntut untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," ungkapnya.

Dengan adanya moratorium PNS tersebut, pihaknya sedang mengupayakan mencari guru honorer lain untuk menutup kekurangan itu. Bahkan pihaknya mengaku telah menyampaikan kondisi tersebut ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kulon Progo, tetapi belum ada tindak lanjut.

"Sudah berkali-kali ke Dinas juga belum dikasih atau tidak ada, guru kontrak sekarang kan juga sudah tidak ada," tuturnya.

Senada dengan Sugiyah, pegawai tidak tetap di SDN Brosot, Diyah Sultania, juga mengaku kecewa dengan adanya moratorium PNS tersebut. Ia menjadi salah satu orang yang sudah berharap menjadi PNS tahun ini.

"Aku kan ikut daftar CPNS yang untuk tahun ini. Alhamdulillah sudah lolos SKD. Nah sekarang tinggal menunggu jadwal SKB, tapi dengan moratorium ini pasti menjadikan peluang untuk menjadi PNS itu mundur, sedih sih," ujar Diyah.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS