alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bapak Ditembak Mati dan Ibu Dibui karena Narkoba, Zidan Hidup jadi Penjahat

Agung Sandy Lesmana Selasa, 25 Agustus 2020 | 09:47 WIB

Bapak Ditembak Mati dan Ibu Dibui karena Narkoba, Zidan Hidup jadi Penjahat
(Shutterstock)

"Dari pengakuan tersangka keluarganya hancur. Ia furstasi karena sang ayah ditembak BNN atas kasus narkoba..."

SuaraJogja.id - Seorang remaja bernama Zidan Hadi Putra (19) telah masuk catatan baru di kepolisian atas aksi kriminalnya.

Dia ditangkap setelah beraksi melakukan pencurian sepeda motor dengan empat rekannya di Banyu Urip Kidul, Surabaya pada Minggu (12/8/2020).

Dikutip Suara.com dari Beritajatim.com, Selasa (25/8), anggota keluarga Zidan ternyata sudah tak asing lagi dari pantauan polisi karena ibu, bapak dan kakaknya pernah berkasus.

Kanit Polsek Sawahan Iptu Ristitanto menjelaskan, ayah dari pelaku ini ditembak mati BNN karena melawan saat ditangkap dengan dugaan membawa narkoba. Sang ibu juga diamankan Satres Narkoba Polrestabes karena menyimpan beberapa kilogram sabu.

Baca Juga: Ibu Dibui dan Ayah Mati karena Narkoba, ABG Surabaya Frustasi Jadi Pencuri

“Dari pengakuan tersangka keluarganya hancur. Ia furstasi karena sang ayah ditembak BNN atas kasus narkoba. Begitu juga ibu dan kakaknya juga terlibat kasus narkoba dan belum keluar pernjara,” jelasnya kepada Beritajatim.com, Senin kemarin.

Lebih lanjut Iptu Risti menjelaskan, Zidan tinggal bersama sang nenek. Dia pun menjelaskan hidup berkekurangan dan tanpa ada pendampingan orangtua membuatnya liar. Ia pun juga tak mendapatkan contoh bijak dari sang kakak.

Zidan sebenarnya sudah mencoba hidup normal, tapi tak mampu. Badannya penuh tato. Ketika berkumpul dengan teman seusianya, Zidan sering mengkonsumsi munuman keras (miras). Dan terakhir terjerumus dalam tindakan kriminal. Zidan menjadi pelaku curanmor (pelaku pencurian kendaraan bermotor).

“Ya mungkin karena pelaku hidup di lingkungan yang tak terdidik. Sehingga psikologis pelaku akhirnya ikut rekannya bertindak kriminal. Padahal sang nenek juga sudah membina cucu satu-satunya yang hidup bersamanya. Akhirnya komplit sudah satu keluarga masuk penjara,” kata dia.

Baca Juga: Tak Sampai 5 Menit, Komplotan Maling Curi Motor Sport di Kembangan

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait