Dapat Bantuan dari Jokowi, Poyo Sempat Kaget Dikira Suruh Bayar Hutang

pengusaha mikro kecil menengah mulai mendapatkan bantuan presiden (Banpres) sebesar Rp2,4 juta.

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Jum'at, 28 Agustus 2020 | 16:13 WIB
Dapat Bantuan dari Jokowi, Poyo Sempat Kaget Dikira Suruh Bayar Hutang
Penerima bantuan presiden (Banpres), Ignasius Supoyo saat menjawab pertanyaan Presiden Joko Widodo di Gedung Agung Yogyakarta, dalam siaran Live di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (28/8/2020). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Sejumlah pengusaha mikro dan menengah mulai mendapatkan bantuan presiden (Banpres) sebesar Rp2,4 juta. Sejumlah penerima bantuan pun sempat dibuat terkejut saat dihubungi langsung oleh pihak bank.

Hal ini seperti yang dirasakan Ignasius Supoyo. Pengusaha asal Jogja yang akrab disapa Poyo ini sempat kaget saat dihubungi pihak bank untuk menerima bantuan. Ia sempat mengira pihak bank menghubunginya untuk membayar hutang.

"Pekan kemarin saya dihubungi oleh pihak bank. Awalnya saya tidak tahu maksud bank menghubungi saya. Bahkan saya kira harus membayar hutang, padahal saya tidak pernah meminjam uang," ungkapnya saat menerima bantuan di Gedung Agung Yogyakarta melalui siaran live Youtube di kanal Sekretariat Presiden, Jumat (28/8/2020).

Khawatir jika harus melunasi biaya yang besar, pria penjual soto di wilayah Bantul ini lega ketika pihak bank akan memberikan bantuan usaha.

Baca Juga:Kasus Covid-19 di DIY Tambah 42 Kasus, Salah Satunya Masih Balita

"Saya sempat bertanya-tanya, kenapa dihubungi mendadak juga. Ternyata mereka memberi bantuan usaha untuk pengusaha mikro sepeerti saya ini," katanya.

Poyo melanjutkan bahwa di tengah virus Covid-19 ini pengusaha sangat merasakan dampaknya. Bahkan penjualan soto yang dia miliki sangat lesu.

"Ya sekarang terasa lesu, jualan pagi belum tentu bisa laku," katanya.

Hal senada disampaikan Tumbaryani, pengusaha bakpia asal Ambarketawang, Gamping, Sleman. Omzet yang biasa diterima sebesar Rp400-500 saat Pandemi turun sampai Rp50 ribu.

"Jadi tidak ada pembeli, wisatawan juga tidak ada yang datang. Namun mulai dibukanya beberapa wisata di Jogja ada peningkatan, tapi sedikit," katanya.

Baca Juga:Jokowi Resmikan YIA, Pemda DIY Harap Bisa Dongkrak Kunjungan Wisatawan

Tumbaryani menerangkan bahwa saat ini omzet yang diterima di masa new normal mencapai Rp100 ribu. Jumlah tersebut belum tentu bisa memenuhi kebutuhan usaha atau kehidupannya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak