Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ratusan Pedagang Kulon Progo Jalani Rapid Test Usai Kontak Pasien Positif

Galih Priatmojo Minggu, 20 September 2020 | 16:17 WIB

Ratusan Pedagang Kulon Progo Jalani Rapid Test Usai Kontak Pasien Positif
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Sebelumnya, sebanyak sembilan warga Kapanewon Kokap dinyatakan positif Covid-19. Mereka tertular dari seorang pedagang asal Kokap.

SuaraJogja.id - Diduga sempat kontak erat dengan pasien Covid-19, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo melakukan tracing contact pada ratusan pedagang di dua pasar.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Kabupaten Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan pihaknya telah melakukan tracing lanjutan terhadap siapapun yang pernah berinteraksi dengan KP-101 dan KP-93.

"Tracing dilakukan di dua pasar yang merupakan tempat dimana dua penderita itu berjualan, yakni Pasar Pripih, Kokap dan Pasar Glaeng, Temon," jelas Baning dilansir dari Harianjogja.com, Minggu (20/9/2020).

Di Pasar Pripih, didapati ada 177 orang yang pernah melakukan kontak. Mereka kemudian menjalani tes cepat atau rapid test. Hasilnya ada sembilan yang reaktif.

Adapun di Pasar Glaeng, ada tiga yang dinyatakan reaktif dari total 188 kontak erat. "Akan dilakukan swab kepada yang reaktif, untuk hasilnya nanti kami informasikan lagi," ucap Baning.

Sebelumnya, sebanyak sembilan warga Kapanewon Kokap dinyatakan positif Covid-19. Mereka diketahui tertular dari seorang pedagang yang terlebih dahulu terjangkit virus tersebut. Mereka dinyatakan positif Covid-19 pada Sabtu (19/9).

"Berdasarkan hasil tracing gugus tugas, para penderita itu tertular KP-101, laki-laki, asal Kokap. Yang bersangkutan diketahui bekerja sebagai pedagang di wilayah Kokap," kata Baning, Minggu (20/9/2020).

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, pada Sabtu (19/9/2020) tercatat jumlah akumulatif penderita Covid-19 di kabupaten ini sudah menembus angka 140 orang. Rinciannya 70 sembuh, 66 dalam perawatan dan empat meninggal dunia.

"Kepada masyarakat, tak henti-hentinya kami mengimbau untuk selalu waspada dan mematuhi protokol kesehatan, kami minta dengan sangat agar aturan ini benar-benar dipatuhi supaya tidak ada lagi penderita baru," ucap Baning.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait