Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Status Tanggap Darurat Diperpanjang, DIY Masifkan Tes Swab Massal

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana Rabu, 30 September 2020 | 17:03 WIB

Status Tanggap Darurat Diperpanjang, DIY Masifkan Tes Swab Massal
Sekda DIY Baskara Aji berbicara pada awak media di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (20/7/2020) siang. - (SuaraJogja.id/Putu)

Meski tes swab massal dilakukan secara masif, DIY nantinya belum akan menambah laboratorium untuk pengujian sampel.

SuaraJogja.id - Pemda DIY akan melakukan tes PCR atau swab massal setelah perpanjangan status tanggap darurat COVID-19 kelima mulai 1 Oktober 2020. Kebijakan ini diberlakukan mengingat tren kasus positif COVID-19 di DIY makin tinggi.

"Yang sedang digalakkan terus pelaksanaan swab massal. Tes ini ditegakkan supaya target 10 persen tes swab dari jumlah penduduk yang diminta WHO bisa tercapai," ungkap Sekda DIY Baskara Aji di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (30/09/2020).

Tes swab massal ini, menurut Aji, dimaksudkan untuk penanganan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 bisa dilakukan sesegera mungkin. Dengan demikian, kasus bisa ditangani lebih dini dan penyembuhannya bisa lebih cepat.

Selama ini rata-rata tes swab yang dilakukan gugus tugas DIY sebanyak 800 sampel per hari. Bila dihitung per minggunya, maka diperkirakan mencapai 5.000 lebih.

Kalau dihitung sesuai aturan WHO, DIY wajib melakukan tes swab minimal 3.800 per minggu. Sebab total jumlah penduduk DIY pada saat ini mencapai 3, 8 juta jiwa.

Tes swab massal akan dilakukan dalam dua cara, yakni hasil tracing kasus COVID-19 serta kaum rentan yang berisiko tinggi seperti tenaga dan karyawan kesehatan, pedagang pasar, maupun orang-orang yang bekerja dalam layanan publik.

Meski tes swab massal dilakukan secara masif, DIY nantinya belum akan menambah laboratorium untuk pengujian sampel. Saat ini DIY sudah memiliki lima laboratorium untuk pengujian hasil swab seperti RSUP Dr Sardjito, BBTKLPP, RSA UGM, Balai Besar Veteriner Wates, dan RSPAU Hardjolukito.

"Yang jadi masalah adalah ketersediaan reagen di pasar ada atau tidak. Kalau dana kita masih punya, tapi kalau tidak ada ketersediaan di pasar maka akan terjadi kevakuman," ungkapnya.

Sementara, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemda DIY Berty Murtiningsih menjelaskan, ada tambahan 36 kasus baru di DIY pada Rabu ini. Sehingga total kasus positif COVID-19 di DIY mencapai 2.643 kasus.

Sleman kembali mencatatkan penambahan kasus terbanyak hingga 25 kasus, disusul Kota Yogyakarta dengan 5 kasus, Kulon Progo 4 kasus, sedangkan Bantul dan Gunung Kidul masing-masing 1 kasus baru.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait