Ahli bedah tulang ini mengibaratkan seperti mesin yang sudah dipakai puluhan tahun, pada akhirnya akan tekor dan ngadat, sama seperti sendi di tubuh manusia.
Ia kemudian menjelaskan hal apa yang menyebabkan lutut manusia rusak jauh lebih cepat dari yang seharusnya, selain karena faktor penuaan.
Hal yang pertama ialah adanya patah tulang di dekat sendi yang ditangani dengan tidak baik.
"Jadi kalau misal org lain sendinya baru akan terjadi pengapuran di usia 60 - 70, org dgn patah tulang pada sendi yg posisi tulangny tdk dikembalikan dgn baik bisa mengalami percepatan, bahkan dalam <3 - 5 tahun sejak terjadinya patah tulang," jelasnya.
Baca Juga:5 Manfaat Jahe untuk Kesehatan
Kemudian, hal selanjutnya ialah, kerap melakukan pekerjaan yang melibatkan angka-angka berat.
"Kalau pekerjaannya berat, byk angkat berat, jalan jauh, bolak balik terus tiap hari, kerusakan sendi akan terjadi lebih cepat, ibarat mesin dipake terus bebannya berat akan lebih cpt rusak yekan," ujar Asa.
Hal ketiga yang mempercepat pengapuran tulang ialah kondisi obesitas.
"Kondisi obesitas menurut penelitian sangat mempercepat kondisi kerusakan sendi2 di tubuh kita, di luar itu jg beresiko jauh lebih tinggi utk kejadian peny2 vaskular/pembuluh darah seperti stroke, serangan jantung, dsb @fspadana," jelas dia.
Selanjutnya, ia menjelaskan pula terkait penanganan kasus berat Osteoarthritis, yaitu dengan Operasi Total Knee Replacement (TKR) atau penggantian sendi lutut.
Baca Juga:Punya Banyak Manfaat, Kunyit Bisa Redakan Nyeri Radang Sendi Lutut!
"TKR dilakukan pada pasien yang kerusakan sendinya sudah sangat parah, dengan obat sudah tdk bisa mengurangi nyeri lututnya, atau kadang karena terlalu byk obat sdh sampai muncul komplikasi akibat efek samping obat (pendarahan lambung, dsb)," cuitnya.