alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bantuan BPUM dari Presiden Cair, Antrean di Disdukcapil Sleman Mengular

Galih Priatmojo Senin, 26 Oktober 2020 | 14:00 WIB

Bantuan BPUM dari Presiden Cair, Antrean di Disdukcapil Sleman Mengular
Antrean Mengular di halaman gedung Disdukcapil Sleman, Senin (26/10/2020). Tidak sedikit dari warga yang mengantri, merupakan calon penerima BPUM yang nomor NIK mereka tak terdeteksi laman daring bank terkait. (Kontributor/uli febriarni)

Antrean tersebut terlihat sejak pagi tadi. Meskipun, di gedung Disdukcapil sudah terpasang spanduk ajakan kepengurusan adminduk secara daring.

SuaraJogja.id - Antrean warga yang mengurus Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) nyatanya bukan hanya terlihat di sejumlah kantor Bank Republik Indonesia (BRI). Melainkan juga di halaman gedung pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdcukcapil) Sleman, Senin (26/10/2020).

Antrean tersebut, terlihat dari halaman gedung, tepat di depan pintu masuk. Kemudian menuju ke barat, membelok ke utara mengikuti bentuk bangunan. Hingga pintu samping gedung.

Antrean tersebut terlihat sejak pagi tadi. Meskipun, di gedung Disdukcapil sudah terpasang spanduk ajakan kepengurusan  adminduk secara daring.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Sleman Jazim Sumirat menjelaskan, pelayanan daring yang dimiliki oleh Disdukcapil Sleman dan disampaikan di spanduk, sebetulnya dapat digunakan warga untuk cek data kependudukan.

Baca Juga: Adu Banteng di Sleman, Dua Pengendara Motor Tewas Seketika di TKP

"Misal kaitannya dengan program BPUM BRI, BPJS dan lain-lain. Ini ada yang masalahnya itu NIK saya kok tidak masuk? Seperti itu," ungkap Jazim, ditemui di kantornya.

Namun, pihaknya masih perlu memilah secara pasti penyebab panjangnya antrean di kantor pelayanan tersebut. Apakah karena berhubungan dengan kepengurusan sinkronisasi data program BRI, atau karena penyebab lain. Misalnya,  warga terburu-buru mengurus berkas, mengingat saat ini menjelang masa cuti bersama bagi ASN.

"Sebetulnya [diurus lewat] WhatsApp dan telpon bisa, ada beberapa kendala karena kami belum memiliki aplikasi khusus untuk itu. Hanya saja, terkadang orang ada yang mengirim WA tapi tidak langsung mengurus pelayanan, melainkan masih konsultasi. Kami akan mengevaluasi pelayanan kami," ucapnya.

Agar antrean berangsur berkurang, Disdukcapil berupaya untuk memilah kebutuhan. Warga yang mengurus KTP el, KK atau kependudukan lain, akan diarahkan untuk ke pelayanan kecamatan.

"Yang tidak bisa dan harus diurus di sini [Disdukcapil] adalah verifikasi data, mengurus data kematian, perceraian dan beberapa layanan lain. Karena pelayanan kecamatan tidak kami desain untuk verifikasi data," ujar Jazim lagi.

Baca Juga: Naruto Dikabarkan Meninggal, PSS Sleman: Turut Berbelasungkawa

Setelah datang ke Disdukcapil dan memperlihatkan dokumen yang dibutuhkan, sinkronisasi data selanjutnya langsung dilakukan oleh Disdukcapil Sleman.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait