"Sebagaimana bisa digunakan untuk kemaslahatan dan kemakmuran umat," imbuhnya.
Masjid yang berada di Kalurahan Tridadi itu berkapasitas serambi cukup luas, mampu menampung hingga 300-400 jamaah, lanjut dia.
Apabila menerapkan prokes yang mengharuskan jamaah saling menjaga jarak, maka bisa menampung sekitar 150 orang untuk satu kali vaksin. Dapat pula proses dilakukan bertahap atau bergiliran (shift).
Masjid Agung juga memiliki petugas keamanan yang setiap waktu bisa diperbantukan.
Baca Juga:Gelandang Anyar Persib Farshad Noor Bertolak ke Sleman pada 26 Maret
Dimintai keterangan di waktu berbeda, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, penggunaan masjid di Sleman sebagai lokasi vaksin bisa saja dilakukan. Asalkan memang ada kesepakatan bersama.
Kustini memandang, apabila ada banyak jumlah dosis vaksin di Sleman dan target penyuntikan bagi kalangan tokoh agama dan masyarakat umum tidak tercapai, maka bisa saja vaksinasi dikebut pelaksanaannya dan dilangsungkan di masjid.
"Kami juga akan lihat regulasinya," ujarnya.
Kontributor : Uli Febriarni
Baca Juga:Soal Impor Beras, Kustini: Kami Kampanye Borong Bareng Produk Petani Sleman