- CEO Surya Group Company, Muhammad Suryo, membuka kesempatan kerja tanpa syarat pengalaman bagi penyandang disabilitas di pabrik rokok HS.
- Sebanyak 35 penyandang disabilitas telah bekerja di Muntilan, Magelang, dengan fasilitas mess gratis bagi karyawan luar kota.
- Perusahaan akan menambah jumlah karyawan disabilitas seiring pembangunan pabrik baru di Yogyakarta dan Lampung bagi seluruh Indonesia.
SuaraJogja.id - Pabrik rokok HS siap membuka banyak lapangan pekerjaan khusus bagi penyandang disabilitas. Hal itu dilakukan untuk membantu mereka yang selama ini sulit mendapat pekerjaan.
Bos rokok HS sekaligus CEO Surya Group Company, Muhammad Suryo menegaskan, pihaknya akan terus membuka lowongan pekerjaan untuk penyandang disabilitas. Mereka akan diterima tanpa syarat apapun dan tanpa pengalaman.
"Saya akan menerima penyandang disabilitas berapapun jumlahnya. Meskipun belum berpengalaman, akan kami terima," kata Suryo dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Disampaikan Suryo, sudah ada 35 penyandang disabilitas yang bekerja sebagai karyawan rokok HS di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Ia memastikan jumlah itu akan terus ditambah.
Baca Juga:Bus Trans Jogja Tak Ramah Difabel, Kaum Disabilitas Protes ke DPRD DIY
Apalagi saat ini HS sedang mengembangkan pabrik baru. Tak hanya di Magelang, Suryo tengah membangun pabrik baru di Yogyakarta dan Lampung.
Melalui dua lokasi pabrik baru itu, diperkirakan dapat menampung ribuan karyawan baru saat beroperasi nanti. Termasuk di dalamnya rekan-rekan penyandang disabilitas.
"Jadi untuk teman-teman penyandang disabilitas di seluruh Indonesia, yang ingin bergabung dengan kami dengan senang hati kami terima," tandasnya.
Suryo bilang akan menyediakan fasilitas berupa mess gratis kepada para karyawan disabilitas. Fasilitas ini dibuat agar mereka yang berasal dari luar kota bisa mendapat tempat tinggal yang gratis dan nyaman.
Ia menyadari bahwa kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas belum sebesar masyarakat lain. Berbagai keterbatasan, stigma, hingga persyaratan kerja yang tidak ramah difabel membuat banyak dari mereka harus berjuang lebih keras hanya untuk mendapatkan penghidupan yang layak.
Baca Juga:Perempuan Difabel Rentan Kekerasan, SIGAB Tuntut Aksi Nyata Pemerintah
"Dulu sulit sekali cari kerja. Sudah melamar ke banyak tempat, tapi selalu gagal. Tapi alhamdulillah di HS kami diterima dan bisa bekerja," ucap Tika (35) salah satu penyandang disabilitas yang bekerja di pabrik rokok HS.
Kini, sehari-hari Tika bekerja sebagai karyawan linting di perusahaan itu. Tak hanya sendiri, ternyata banyak kawan-kawan penyandang disabilitas lain yang bekerja di pabrik rokok HS.
"Di sini saya merasa dihargai. Tidak dibedakan. Semua diperlakukan sama," ujarnya.