- Pemda DIY memperluas penataan Sumbu Filosofi di kawasan Panggung Krapyak dan eks TKP Abu Bakar Ali Yogyakarta.
- Revitalisasi bertujuan memperkuat status warisan budaya dunia UNESCO dengan menjaga nilai sejarah serta kenyamanan ruang publik.
- Penataan fokus pada penataan utilitas dan ruang hijau tanpa mengubah karakter kawasan maupun ekosistem sosial masyarakat setempat.
SuaraJogja.id - Pemerintah Daerah DIY mulai memperluas penataan kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta. Setelah kawasan Malioboro, revitalisasi kini menyasar dua titik penting di sisi selatan dan utara, yakni kawasan Panggung Krapyak serta eks Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA).
Penataan tersebut menjadi bagian dari penguatan kawasan warisan budaya dunia UNESCO yang selama ini menjadi identitas utama Kota Yogyakarta.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan penataan tidak hanya berfokus pada Malioboro maupun kawasan keraton, tetapi membentang dari Panggung Krapyak di sisi selatan hingga kawasan Tugu Pal Putih di sisi utara.
“Ini kan bagian dari penataan kawasan Sumbu Filosofi, sehingga titik-titik yang ada di dalamnya juga harus diperhatikan,” ujar Made di Yogyakarta, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga:Tak Ada Lagi Rebutan Gunungan, Garebeg Idul Adha Yogyakarta Tahun Ini Ditiadakan
Panggung Krapyak Ditata tanpa Ubah Karakter Kawasan
Menurut Made, Pemda DIY ingin menjaga kesinambungan nilai sejarah, budaya, hingga tata ruang khas Yogyakarta melalui penataan utilitas, jalur pedestrian, hingga ruang publik.
Namun khusus kawasan Panggung Krapyak, penataan disebut tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena kawasan tersebut memiliki aktivitas ekonomi dan permukiman yang cukup padat.
Karena itu, Pemda DIY masih memetakan sejumlah persoalan mulai dari kepemilikan lahan, utilitas kawasan, hingga kemungkinan pengaturan parkir dan pedestrian.
“Ini kan kita desainnya untuk penataan. Tapi polanya seperti apa, kita lihat dulu karena aktivitas ekonominya cukup padat, permukimannya juga padat,” katanya.
Baca Juga:Duh! Septic Tank di Teras Malioboro 1 Meledak, Tiga Wisatawan Terluka
Pemda DIY memastikan revitalisasi tidak akan mengubah karakter utama kawasan maupun aktivitas sosial masyarakat yang selama ini sudah berjalan.
“Kami tidak akan mengubah pola yang ada di sana, ekosistem yang sudah berjalan di sana,” tegasnya.
Selain Panggung Krapyak, Pemda DIY juga mulai mematangkan penataan eks TKP Abu Bakar Ali yang nantinya difungsikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH).
Kawasan di sisi utara Malioboro itu dirancang menjadi ruang publik baru yang lebih nyaman dan ramah bagi wisatawan maupun warga.
Sesuai arahan Sri Sultan Hamengku Buwono X, kawasan tersebut tidak akan dipenuhi bangunan permanen.
Konsep taman akan lebih menonjolkan vegetasi, tanaman berbunga, hingga pergola agar menciptakan suasana yang lebih teduh dan nyaman dipandang.