Belum Terima Vaksin, Pedagang di Bantul Akui Masih Khawatir Berjualan

"Ya jelas khawatir karena tiap hari bertemu banyak orang. Apalagi menjelang Lebaran nanti, pasti makin banyak pembeli yang datang," ujar Eko.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 15 April 2021 | 19:46 WIB
Belum Terima Vaksin, Pedagang di Bantul Akui Masih Khawatir Berjualan
Seorang pembeli melintas di lapak jualan baju di Pasar Bantul, Kamis (15/4/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

"Sampai saat ini belum ada jadwalnya. Pengajuan sendiri sudah kami serahkan ke Dinas Kesehatan sejak 1 bulan lalu," terang Sukrisna dihubungi wartawan.

Daftar nama pedagang yang telah diajukan berasal dari 32 pasar yang dikelola oleh Pemkab Bantul. Terdiri dari 30 pasar rakyat dan dua pasar hewan di Kapanewon Imogiri dan Pandak.

“Jika pasar desa kewenangan di Dinas Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Masyarakat dan Desa,” katanya.

Sukrisna tak menampik jika sebelumnya, beberapa pasar di Bantul sempat ditutup. Hal itu akibat adanya warga pasar yang terinfeksi Covid-19, sehingga dari kasus tersebut, pedagang rentan tertular dan harus segera mendapat vaksinasi.

Baca Juga:Ngeluh, Pedagang di Pasar Senen Ngaku Awal Puasa Ini Pendapatan Seret

“Pengajuan dilakukan, tapi masih belum mendapat jadwal. Kami masih menunggu,” ucapnya.

Terpisah, Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul Abednego Dani Nugroho membenarkan, beberapa kelompok yang mengajukan vaksinasi belum tersentuh. Salah satunya adalah pedagang pasar.

“Pedagang pasar itu ada 7.000 belum tersentuh sama sekali,” ungkapnya.

Dijelaskan Abednego, stok vaksin yang terbatas membuat Dinas Kesehatan Bantul membuat skala prioritas. Kelompok lansia menjadi prioritas utamanya, sehingga alokasi vaksin yang masuk ke Bantul langsung ditujukan untuk lansia.

“Vaksin yang masuk ke Bantul ditujukan bagi lansia. Belum ada stok (untuk sasaran lain). Sudah terplot untuk lansia,” ucapnya.

Baca Juga:Dibongkar Lagi! Bahan Baku Vaksin Nusantara Terawan Kebanyakan Impor

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak