Muncul Klaster Tarawih di Bantul, 22 Warga Murtigading Positif Covid-19

klaster tarawih ini bermula dari salah seorang jamaah yang positif Covid-19 tapi masih mengikuti kegiatan di masjid.

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Senin, 03 Mei 2021 | 19:23 WIB
Muncul Klaster Tarawih di Bantul, 22 Warga Murtigading Positif Covid-19
Ilutrasi virus corona. Di Indonesia, telah ditemukan varian baru Covid-19 asal Inggris. [Getty Images/BBC]

SuaraJogja.id - Sebanyak 22 orang warga di Kalurahan Murtigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul dinyatakan positif Covid-19 saat mengikuti salat tarawih. Puluhan orang tersebut diduga terpapar oleh satu orang warga yang sebelumnya merasakan sakit.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso membenarkan adanya kasus tersebut. Awalnya diketahui hanya satu orang jamaah yang merasa sakit.

"Kami sampaikan yang terjadi (Covid-19) di Murtigading, Sanden berawal dari satu jamaah yang mengalami gejala sakit tapi mengikuti kegiatan di masjid," jelas pria yang akrab disapa dokter Oki ini dihubungi wartawan, Senin (3/5/2021).

Oki melanjutkan, karena gejala tersebut, warga ini memeriksakan dirinya ke rumah sakit pada Minggu (25/4/2021).

Baca Juga:4 Temuan Terkini Kasus Sate Beracun di Bantul, Targetnya Anggota Polisi

"Usai diperiksa hasilnya positif (Covid-19). Warga ini akhirnya diisolasi dan diberi penanganan," jelas dia.

Namun dua hari setelah memeriksakan diri, warga tersebut meninggal dunia.

"Pada Selasa (27/4/2021) korban dinyatakan meninggal. Selain itu dia juga memiliki komorbid," terang Oki.

Mencuatnya kasus tersebut langsung ditangani Satgas Covid-19 di tingkat Kapanewon dan Kalurahan. Setelah dilakukan tracing terdapat satu orang yang kontak erat.

"Istrinya kontak erat dengan seorang jamaah ini dan dinyatakan positif Covid-19. Selanjutnya dilakukan tracing kembali ke jamaah-jamaah sebelumnya," kata dia.

Baca Juga:Anggota Polisi Diduga Jadi Target Sate Beracun, Ini Kata Polres Bantul

Terdapat 36 orang yang kontak erat. Hasil tracing itu, kata Oki didapati sebanyak 21 orang juga terkonfirmasi Covid-19. Hingga kini semua pasien masih menjalani isolasi mandiri di selter.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak