alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

19 Orang Tes Antigen di Pos Penyekatan Prambanan, Begini Hasilnya

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Selasa, 11 Mei 2021 | 20:40 WIB

19 Orang Tes Antigen di Pos Penyekatan Prambanan, Begini Hasilnya
Petugas meminta pengendara mobil untuk putar balik di pos penyekatan Prambanan, Sleman, Senin (10/5/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Pada hari sebelumnya, tepatnya Senin (10/5/2021) dan Minggu (9/5/2021), sudah diperiksa sebanyak 20 orang dan 15 orang.

SuaraJogja.id - Petugas pemeriksaan di pos penyekatan Prambanan, Sleman melakukan pemeriksaan tes antigen secara acak kepada puluhan pemudik. Hasilnya, belum ditemukan pemudik yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani tes antigen acak tersebut.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kapospam Prambanan Iptu Haryanto saat dihubungi awak media, Selasa (11/5/2021). Disebutkan, beberapa hari dari terakhir pemeriksaan acak yang dilakukan, hasil positif dari pelaku perjalanan yang dites masih nihil.

"Pemeriksaan acak sudah dilakukan sampai hari ini Alhamdulillah belum ada yang hasilnya positif Covid-19," kata Haryanto.

Haryanto merinci, jumlah pelaku perjalanan yang dalam beberapa hari terakhir telah diperiksa secara acak. Pada Selasa (11/5/2021) hari ini tercatat ada 19 orang yang dilakukan pemeriksaan dengan hasil semuanya negatif.

Baca Juga: Pelni Angkut 1.992 Penumpang Selama Larangan Mudik

Pada hari sebelumnya, tepatnya Senin (10/5/2021) dan Minggu (9/5/2021), sudah diperiksa sebanyak 20 orang dan 15 orang. Dari pemeriksaan acak tersebut semua pelaku perjalan masih menunjukkan hasil yang negatif Covid-19.

Haryanto menyebut bahwa sejauh ini hampir seluruh kendaraan diperiksa oleh petugas di pos penyekatan perbatasan. Mulai dari kendaraan pribadi hingga sejumlah bus.

Namun sementara memang hanya kendaraan pribadi saja yang masih diminta untuk putar balik. Sementara bus yang diperiksa sendiri hanya berasal dari antar kota saja.

"Iya yang kita putar balik baru kendaraan pribadi semua. Bus diperiksa surat kesehatan. Tapi sekarang hanya tinggal ada bus antar kota saja, Jogja-Klaten misalnya. Kalau jarak jauh tidak ada," tegasnya.

Selain memeriksa kendaraan pribadi dan bus, kata Haryanto, pemeriksaan juga dilakukan kepada angkutan barang. Hal tersebut guna mengantisipasi penyalahgunaan atau penyelundupan pemudik.

Baca Juga: Tracing Dinyatakan Usai, Total Kasus Covid-19 di MMTC Jogja Jadi 20 Orang

"Kemarin malam kami periksa truk dan mobil barang, ada 50-an mobil isinya kebutuhan pokok semua," tuturnya.

Berdasarkan data yang ada, sejak larangan mudik diberlakukan pada 6 Mei 2021 lalu hingga Selasa (11/5/2021) sebanyak 5.153 kendaraan telah diminta putar balik. Jumlah itu didapat dari dua pos penyekatan yang berada di Sleman yakni Tempel dan Prambanan.

Ribuan kendaraan yang diminta putar balik itu terdiri atas 2.149 mobil dan 270 motor di pos penyekatan Tempel. Sedangkan di pos penyekatan Prambanan ada 2.474 mobil dan 260 motor.

Sebelumnya diberitakan bahwa Menko Perekonomian sekaligus Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, Airlangga Hartarto menyebut bahwa terdapat lebih dari 4 ribu pemudik terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil ini didapat setelah tes acak Covid-19 yang dilakukan terhadap para pemudik di sejumlah lokasi yang berbeda.

Berdasarkan tes acak yang dilakukan kepada 6 ribu pemudik di pos penyekatan. Hasilnya, sebanyak 4.123 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Pengetatan [larangan mudik] oleh Polri di 381 lokasi dan Operasi Ketupat. Jumlah pemudik random testing dari 6.742, konfirmasi positif 4.123 orang," kata Airlangga dalam konferensi pers, Senin (10/5/2020).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait