"Namun ungkapan sang supir yang tidak etis apalagi direkam lalu disebarkan di akun facebook pribadinya adalah tindakan yang disayangkan, apalagi videonya telah menimbulkan polemik di masyarakat," tulisnya.
Belakangan, setelah mengetahui videonya viral dan jadi polemik, supir truk yang diduga merekam dan melontarkan kalimat tak mau mengalah saat konvoi kendaraan TNI lewat membuat klarifikasi dan meminta maaf.
"Sebelumnya saya di sini saya mau minta maaf terutama kepada bapak-bapak tentaranya soal video saya kemarin yang viral. Itu sebenarnya waktu itu kondisinya macet di jalur Ranuyoso-Lumajang, kemudian saya lewat kalo kata jawanya kalo ada dadakan iring-iringan itu istilah jawanya itu ngeblong," ucapnya.
"Nah lalu saya berhenti, berhenti lalu sama bapak tentaranya bilang mas ga bisa minggir? Ga bisa pak saya muatan berat, soalnya di kiri kan jurang di Ranuyoso itu, lalu bapaknya bilang yaudah disitu saja mas gausah minggir. Malah saya disuruh mundur sedikit buat untuk ngasih jalan dari arah yang berlawanan karena kondisi macet. Sekian permintaan maaf saya, kalau ada mungkin kalau ada kata-kata kurang berkenan saya minta maaf," lanjutnya.
Baca Juga:Viral, Sejoli Asik Mesum di Kebun Teh, Netizen: Kelakuan Kids Jaman Now
Video mengenai supir truk yang diduga tak mau mengalah saat konvoi kendaraan TNI lewat itu pun sempat jadi sorotan publik. Tak sedikit yang menyayangkan sikap supir truk yang melontarkan kalimat tak semestinya bahkan hingga diunggah di akun Facebooknya.
"coba kalo diem aja jangan ngomong sok2an banget," kata ilham*****
"Pak supir tau gak itu di dalam rangkaian konvoi ada munisi yang merupakan bahan peledak aktif kenapa sampai dilakukan escorte oleh polisi militer. Dan tau gak risikonya apabila anda dianggap sebagai ancaman gangguan hambatan dan tantangan terhadap konvoi?" terang icarus****
"Dia ngga minggir mungkin karena muatan berat dan pinggirannya takut ambles, tapi lambenya supir iki ndak enak banget didengernya. Pengen rasanya diselangin gitu," kata danre***
Baca Juga:Ya Ampun! Viral Warga Jebol Pagar Tol Suramadu Hindari Penyekatan dan Swab Test