Pakar Biomolekuler Minta Hentikan GeNose Bagi Syarat Perjalanan, Begini Respon Pengembang

muncul pernyataan dari ahli biomolekuler agar penggunaan GeNose C19 untuk verifikasi perjalanan dihentikan.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 21 Juni 2021 | 17:36 WIB
Pakar Biomolekuler Minta Hentikan GeNose Bagi Syarat Perjalanan, Begini Respon Pengembang
Calon penumpang meniup kantong nafas saat mengikuti tes deteksi COVID-19 dengan metode Gajah Mada Electric Nose COVID-19 (GeNose C19) di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (24/3/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

SuaraJogja.id - Pernyataan pakar biomolekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo di media sosial twitter terkait GeNose mengundang banyak respon. Pasalnya peraih Postdoctoral Fellowship 2003-2007 Harvard Medical School, Boston, AS tersebut menuliskan agar penggunaan GeNose C19 untuk verifikasi perjalanan dihentikan.

Dalam cuitan dalam akun twitternya @PakAhmadUtomo itu, ia meminta agar verifikasi perjalanan dikembalikan ke tes standar baku. GeNose dapat digunakan kembali jika memang sudah memiliki bukti validasi dari minimal tiga kampus merdeka.

"Mohon sangat, stop penggunaan Genose untuk verifikasi perjalanan kembalikan ke tes standar baku, kecuali sudah ada bukti validasi Genose dari minimal 3 kampus merdeka," seperti yang dikutip dalam akun twitternya @PakAhmadUtomo, pada Senin (21/6/2021).

Perwakilan dari tim pengembang GeNose, Dian Kesumapramudya Nurputra angkat bicara terkait dengan pernyataan itu. Disebutkan Dian, pihaknya saat ini memang tengah melakukan uji validasi eksternal.

Baca Juga:Operasi Yustisi Solo, Petugas Temukan Pedagang Bermobil Positif Covid-19

"Sebenarnya saat ini kita sedang melakukan uji validasi eksternal. Lagi proses. Di Universitas Andalas, UI sudah mulai jalan, RSCM sama RSUI sudah mulai jalan, UNAIR, tapi tetep butuh waktu," kata Dian saat dihubungi awak media.

Lebih lanjut, disampaikan Dian, pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan regulator terkait penggunaan GeNose C19. Tidak lupa implementasi GeNose sesuai SOP juga terus diingatkan dalam hal ini kepada operator.

"Jadi kita tuh pengembang ya, kita serahkan Genose itu kepada pengguna dalam hal ini operator dan itu kita sudah mengingatkan implementasi GeNose sesuai dengan SOP. Begitu ada update tolong diupdate," ujarnya.

Terkait dengan implementasi di lapangan sendiri, Dian mengakui memang tidak bisa lantas menghandle semuanya. Maka dari koordinasi terus dilakukan dengan pihak regulator terkait penggunaan GeNose.

Menurutnya terlepas dari GeNose yang digunakan sebagai alat skrining, Dian juga terus mengimbau kepada semua pihak untuk bekerja sama. Sebab hal yang terpenting saat ini adalah bekerja sama untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin luas.

Baca Juga:Kabupaten Cirebon Alami Badai COVID-19, 35 dari 40 Kecamatan Berstatus Zona Merah

"Jadi yang penting itu sekarang kembali kepada masyarakat, kita mengimbau semua pihak bekerja sama untuk mengatasi mencegah perluasan [Covid-19] dan GeNose kan mendukung upaya itu," terangnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak