Hotel di Sleman Tawarkan Paket Isoman, Dongkrak Okupansi di Tengah Pandemi

Hotel di Sleman tawarkan paket Isoman

Galih Priatmojo
Selasa, 13 Juli 2021 | 16:15 WIB
Hotel di Sleman Tawarkan Paket Isoman, Dongkrak Okupansi di Tengah Pandemi
Ilustrasi Hotel (gettyimages)

Tentunya hotel yang bersedia nanti akan diverifikasi terlebih dahulu kesiapannya oleh satgas kabupaten. Intinya yang akan dipastikan dalam verifikasi adalah menggunakan prokes yang menjamin tidak terjadinya kebocoran atau pertumbuhan kasus baru. Misalnya akses terpisah dari tamu umum, perlakuan laundry, peralatan makan minum, memastikan tamu stay di kamar, petugas juga menggunakan APD lengkap.

Dalam operasionalnya, hotel-hotel tersebut akan membebankan biaya kepada para pasien covid-19 yang ingin mendapatkan fasilitas isoman di tempat mereka. Dari pantauan yang ia lakukan, tarif untuk kamar isoman beragam mulai dari Rp2 juta hingga Rp5 juta berdasarkan paket lama tinggal dan kamar yang digunakan.

"Kamarnya itu Superior dan paketnya 5 atah 7 hari,"ungkapnya.

Meskipun ada tarif yang diberlakukan oleh pihak hotel, nyatanya respon masyarakat untuk melakukan isolasi mandiri di kamar hotel ternyata cukup bagus. Dia mencontohkan salah satu hotel berbintang yang menawarkan 144 kamar isoman ternyata seringkali penuh dan rata-rata tingkat hunian di atas 100 kamar.

Baca Juga:Sleman Ubah Inbup Penerapan PPKM Darurat, Tak Boleh Ada Hajatan

Menurutnya tingkat hunian yang cukup bagus tersebut sebenarnya bisa menjadi alternatif bisnis kalangan perhotelan di tengah keterpurukan industri ini. Pengusaha hotel dapat terus mengoperasionalkan hotel mereka meskipun persyaratannya sedikit lebih rumit.

Isoman bagi OTG

Terpisah, kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menuturkan salah satu syarat utama untuk isoman di hotel adalah pasien covid-19 yang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) dan hotel tersebut bekerjasama dengan rumah sakit jika sewaktu-waktu dalam keadaan darurat.

"Untuk pemberian obat tentu juga bekerjasama dengan dokter dan apotek yang berkompeten di bidangnya,"ujar dia. 

Kontributor : Julianto

Baca Juga:Beban Nakes Overload, RS di Sleman Dibantu Relawan dari Perguruan Tinggi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak