alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Puasa Ampuh Redakan Covid-19 Jadi Lebih Parah, Begini Penjelasan Dokter Piprim Basarah

Galih Priatmojo Selasa, 27 Juli 2021 | 13:42 WIB

Puasa Ampuh Redakan Covid-19 Jadi Lebih Parah, Begini Penjelasan Dokter Piprim Basarah
Dokter Piprim Basarah Yanuarso memberikan penjelasan mengenai puasa ampuh cegah covid-19 jadi parah. [deddy corbuzier / YouTube]

dokter Piprim Basarah menyebut puasa mampu mencegah kondisi parah pada pasien yang positif Covid-19

SuaraJogja.id - Belum lama ini beredar sebuah voice note yang menyebut bahwa puasa mampu mencegah atau menekan fatalitas Covid-19. Nama dokter Piprim Basarah Yanuarso pun belakangan jadi perbincangan lantaran voice note tersebut diketahui berasal dari dirinya.

Dihadirkan lewat channel Youtube Deddy Corbuzier, dokter Piprim pun memberikan penjelasannya mengenai khasiat puasa dalam menangani Covid-19.

Pria yang diketahui sebagai ahli kesehatan jantung anak tersebut menjelaskan bahwa cara kerja Covid-19 menyerang manusia itu bisa disebut sebagai pembajakan. Ia menyebut bahwa virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu menyebar ke saluran pernapasan manusia setelah sebelumnya membajak nutrisi yang ada di dalam tubuh.

"Konsep hubungan kita dengan Covid-19 itu pembajakan. Dia itu kan setengah hidup setengah mati, virus ini itu materi genetik rNA yang dibungkus oleh kapsul dan duri. Dia masuk ke tubuh kita dengan membajak nutrisi yang ada di dalam tubuh lalu berkembang biak," terangnya, Selasa (27/7/2021).

Baca Juga: Apa Saja Puasa yang Diharamkan?

dokter Piprim menyebut bahwa cara kerja virus ini nyaris serupa dengan cancer, meskipun ada beberapa hal beda dan unik untuk virus ini. Ia menyebut saat rem di dalam tubuh dibajak, terjadi inflamasi hebat.

"Nah jadi saat rem dibajak, inflamasinya gass pol gitu istilahnya gitu. Ya komplikasi berat itu karena adanya hyper inflamasi yang tak terkendali," katanya.

Menurutnya, untuk meredakan komplikasi berat itu, hal yang bisa dilakukan yakni tidur dan puasa.

"Dan itu sebetulnya bisa diredakan tadi dengan dari awal itu tidur dan puasa," ungkapnya.

Lebih jauh dalam penjelasan lainnya, dokter Piprim menerangkan bahwa tujuan berpuasa itu istilahnya adalah menjadikan ruang dalam tubuh menjadi tempat yang buruk bagi Covid-19 berkembang biak.

Baca Juga: Bucks Akhiri Puasa Gelar Setengah Abad, Giannis Antetokounmpo Bikin Heboh di Restoran

Mengutip studi yang dipublikasikan di jurnal Annals of Nutrition and Metabolism 2020, dokter Piprim menyebut bahwa dengan puasa 8-12 jam disertai makanan bergizi bisa secara efektif mengontrol komorbid yang memicu seseorang yang terpapar Covid-19 jadi lebih parah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait