alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Belum Dapat Kiriman Lagi, Stok Vaksin Covid-19 di Sleman Hanya Cukup Sampai Minggu Ini

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Rabu, 28 Juli 2021 | 13:03 WIB

Belum Dapat Kiriman Lagi, Stok Vaksin Covid-19 di Sleman Hanya Cukup Sampai Minggu Ini
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Novita Krisnaeni - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Dinkes Sleman terus secara aktif mengajukan permohonan penambahan vaksin.

SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyatakan bahwa stok vaksin Covid-19 di wilayahnya tidak tersisa banyak. Berdasarkan perhitungan, ketersediaan vaksin hanya akan cukup digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi hingga minggu ini.

"[Stok vaksin] hanya tinggal untuk minggu ini saja yang sudah sesuai dengan perencanaan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Novita Krisnaeni saat ditemui awak media, Rabu (28/7/2021).

Novita menyebutkan, saat ini pihaknya hanya tinggal menyelesaikan stok vaksin yang sudah dikirim beberapa waktu lalu. Jumlahnya pun tidak banyak hanya berkisar 14 ribu dosis saja.

"Jumlahnya kemarin itu kan datang 14 ribu, ya udah selesai. Iya [menyelesaikan stok 14 ribu]," ujarnya.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 di Medan Tinggal 9 Ribu, Bobby Nasution: 1 Hari Habis

Terkait kondisi tersebut, disampaikan Novita, pihaknya tidak lantas tinggal diam. Dinkes Sleman terus secara aktif mengajukan permohonan penambahan vaksin.

Kendati begitu, Novita juga tidak bisa memastikan kapan stok vaksin tersebut akan datang lagi. Saat ini pihaknya masih terus menunggu kiriman stok vaksin tersebut.

"Mengajukan lagi sudah. Ya harapannya sih biasanya tiap minggu datang. Tapi ngga tahu kok belum datang," ucapnya.

Novita menuturkan bahwa keterbatasan jumlah vaksin yang ada menjadi salah satu kendala yang dihadapi Pemkab Sleman untuk terus mempercepat terbentuknya herd immunity. Di samping juga ada keterbatasan tenaga kesehatan dalam pelaksanaannya di lapangan.

"Ya jumlah vaksinnya kan terbatas. Datangnya sedikit-sedikit, kemudian tenaga kesehatan kita juga terbatas. Jadi ya harus diatur. Tapi kuncinya ada di vaksin. Kalau vaksinnya kita dateng banyak ya kita jalannya bisa lebih cepet," ungkapnya.

Baca Juga: Soal Dana Kontribusi Vaksin Rp35 Ribu, Kadin DIY Bantah Tarik Langsung ke Pekerja

Novita tidak memungkiri bahwa vaksin Covid-19 memang datang secara rutin. Namun jumlah yang datang itu tidak jarang jauh dari diharapkan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait