alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Terdampak PPKM Level 4, Ratusan Anggota Pokdarwis Hutan Pinus Mangunan Mengundurkan Diri

Galih Priatmojo | Rahmat jiwandono Rabu, 28 Juli 2021 | 19:30 WIB

Terdampak PPKM Level 4, Ratusan Anggota Pokdarwis Hutan Pinus Mangunan Mengundurkan Diri
Suasana Hutan Pinus Mangunan, Kapanewon Dlingo, Bantul sepi pengunjung akibat pemberlakuan PPKM level 4 sampai 2 Agustus 2021. (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono).

pengelola Hutan Pinus Mangunan merasakan dampak PPKM

SuaraJogja.id - Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Notowono yang mengelola Hutan Pinus Mangunan di Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul terdampak pandemi Covid-19. Terlebih adanya penerapan PPKM darurat dan PPKM level 4.

Ketua Koperasi Notowono, Purwo Harsono menyatakan, pandemi ini membuat pengurus Hutan Pinus sedikit demi sedikit berkurang. Awalnya total pengurus di Koperasi Notowono ada 700 orang.

"Tapi saat ini berkurang menjadi 400 anggota," kata Ipung sapaannya kepada SuaraJogja.id, Rabu (28/7/2021).

Ipung membeberkan faktor yang membuat 300 anggotanya keluar dari koperasi. Penyebabnya ialah menurunnya jumlah kunjungan wisatawan akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Bangun RS Tipe D untuk Tangani Covid-19, Bantul Siapkan Lahan Seluas 2.200 Meter

"Salah satunya ya karena menurunnya kunjungan wisatawan. Padahal sebelum pandemi paling tinggi itu kunjungannya bisa mencapai 2,8 juta pengunjung," terangnya.

Menurut dia, pada awal pandemi 2020 sangat terasa dampaknya di kawasan wisata Mangunan.  Saat itu jumlah kunjungan wisatawan anjlok sampai 80 persen.

"Otomatis pendaptan yang kami terima sangat menurun drastis," keluhnya.

Selama pelaksanaan PPKM level 4, obyek wisata Mangunan tidak beroperasi. Sehingga tidak ada anggota pokdarwis yang bekerja.

"Kalau tidak ada PPKM biasanya sistem kerjanya pakai sif," kata dia.

Baca Juga: Sebanyak 40 Persen Pelaku Wisata di Bantul Absen Ikuti Vaksinasi di Hutan Pinus Mangunan

Untuk bertahan hidup, sejumlah pengurus ada yang alih pekerjaan menjadi petani, pedagang, hingga tukang batu.

"Kalau ada yang punya sawah ya bertani, ada yang jadi pedagang, ada juga yang jadi tukang. Itu semua dilakukan untuk bertahan hidup," tuturnya.

Ipung menambahkan, pelaku wisata yang belum divaksin diimbau untuk segera ikut vaksinasi. Dengan begitu, pandemi Covid-19 ini bisa teratasi.

"Banyak orang  yang belum mau divaksin. Ketika mereka sudah sadar soal vaksin merupakan sebuah kebutuhan maka itulah solusi untuk mengatasi pandemi ini," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait